Video kawanan monyet yang turun hingga ke permukiman dan kawasan wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, viral di media sosial. Kapolsek Ngebel memastikan hal itu bukan merupakan fenomena yang baru.
Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi mengatakan populasi monyet atau monyet di sekitar Telaga Ngebel memang masih sangat banyak. Bahkan, kata dia, monyet sering turun hingga ke belakang Mapolsek.
"Monyet itu di seputaran Telaga Ngebel ini masih banyak. Bahkan di belakang polsek pun kadang sering turun. Jadi bukan fenomena ini ya, bukan fenomena seperti yang di video itu," kata Nuryadi, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuryadi menjelaskan, tujuan monyet turun ke bawah murni untuk mencari makan. Hal itu sudah menjadi kebiasaan lama.
"Jadi cari makan, kera-kera ini kadang kalau pagi begitu kan sisa-sisa di tempat pedagang pasar yang buah-buah busuk kadang ditaruh di pinggir, jadi seperti sudah kebiasaan," jelasnya.
Ia menegaskan, monyet tidak hanya turun saat musim kemarau saja. Saat musim hujan pun mereka tetap turun ke permukiman.
"Tidak hanya pas musim kemarau terus mereka turun. Enggak, Mbak. Pas hujan pun ya turun. Sudah kebiasaan," tegasnya.
Adapun lokasi turunnya monyet hanya di titik-titik tertentu saja, tidak mengelilingi seluruh Telaga Ngebel.
"Tertentu, tertentu. Contohnya ya di pasar," ujarnya.
Selain di pasar, titik lain yang sering didatangi monyet adalah warung milik warga bernama Pak Rus hingga ke ladang warga.
"Kalau tidak begitu di warungnya Pak Rus. Kalau di tempatnya Pak Rus itu memang dikasih makan sama Pak Rus," katanya.
"Di belakang polsek. Jadi monyet itu kadang turun di ladangnya warga itu cari pisang," sambungnya.
Disinggung soal keresahan warga, Nuryadi menyebut sejauh ini tidak ada laporan warga yang komplain karena tanamannya dirusak.
"Ya sudah nggak (terlalu) terganggu. Masyarakat sendiri ya sebenarnya terganggu, cuma gimana kalau mengatasi? Masa mau ditembak? Kan ya kasihan. Ya memang habitatnya di sana," tuturnya.
"Kalau ada pamong yang komplain, 'Pak ini diserang kera,' kan ya selama ini nggak ada laporan itu. Ya biasa saja warga," imbuhnya.
Nuryadi menambahkan, monyet-monyet tersebut biasanya memakan buah-buahan milik warga seperti pisang dan durian.
"Kadang kera ini turun, kadang makannya pisang, durian, terus buah yang jenis buah-buahan begitu modelnya kera ini," ucapnya.
Terkait jenisnya, ia menyebut monyet tersebut adalah monyet lokal ekor panjang yang termasuk hewan dilindungi dan sudah ada sejak lama di kawasan Ngebel.
"Duh aku nggak tahu kalau jenis monyetnya, yang jelas punya ekor, ekornya ya panjang. Ya dilindungi, Mbak. Monyet lokal, monyet biasa. Lokal, monyet-monyet lokal. Ya sudah dari dulu sudah ada itu," pungkasnya.
