Banjir rob di kawasan pemukiman Kalianak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, semakin parah. Warga mengeluhkan genangan kini lebih sering datang dan semakin tinggi hingga merendam rumah, sekolah, serta masjid.
Salah seorang warga, Hartono (63) mengatakan, banjir rob kini bisa datang hingga dua kali dalam sebulan. Pada periode Juli ini, banjir rob diperkirakan terjadi pada 12-18 Juli 2026.
"Sekarang malah sebulan dua kali. Biasanya pas pertengahan bulan sama awal bulan Jawa, pasti banjir," ujar Hartono kepada detikJatim, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, ketinggian air juga terus bertambah. Genangannya berkisar antara setinggi betis orang dewasa, bisa lebih tinggi di wilayah tertentu atau sekitar 30-50 cm.
Saat air pasang bersamaan dengan kendaraan melintas, air bahkan bisa lebih mudah masuk ke dalam rumah warga meski sudah ditinggikan ataupun dipasang penghalau air.
"Kalau ada mobil lewat (di jalan raya), air masuk rumah," ujarnya.
Tak hanya permukiman, banjir rob juga menggenangi masjid hingga sekolah dasar di kawasan tersebut. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dan para siswa tetap berangkat sekolah meski harus menerobos genangan.
"Masuk sampai sekolahan sana. Anak-anak tetap sekolah, tapi ya bahaya," tuturnya.
Menurutnya, banjir semakin parah karena saluran air di kawasan tersebut tidak pernah dikeruk.
"Yang depan itu tanggung jawab siapa? Enggak dikeruk (saluran airnya). Padahal di sini kiri langsung sungai Kalianak, lalu berapa meter ke depan ada bozem, tapi sini tenggelam. Aneh kan," ungkapnya.
Selain normalisasi saluran, Hartono juga berharap pemerintah membangun dam atau bendungan di kawasan tersebut untuk menahan air pasang agar tidak masuk ke permukiman.
"Permintaan saya dibuatkan dam pusat, berapa RT/RW bisa aman," katanya.
Menurutnya, warga sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir rob yang kini kondisinya semakin sering dan semakin parah. Ia memperkirakan ada sekitar lima RT di kawasan Kalianak yang kerap terdampak.
"Kampung ini sebenarnya kampung lama. Yang di di sini diabaikan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
(irb/hil)