Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat normalisasi sungai dan pembersihan saluran afvoer di tengah kemarau. Langkah ini dilakukan agar aliran air tetap lancar dan mampu menampung debit air saat musim hujan tiba.
Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo mengerahkan Satgas Alat Berat di beberapa wilayah, antara lain Saluran Kedunguling, Porong Kanal, dan Mangetan Kanal. Normalisasi juga dilakukan di anak Afvoer Kedunguling, Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.
Sementara itu, Satgas Afvoer telah bergerak membersihkan puluhan saluran di sejumlah kecamatan, mulai Balongbendo, Wonoayu, Prambon, Tanggulangin, Jabon, Porong, Gedangan, Sukodono, Buduran, Waru hingga Taman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Prayitno menyebut, normalisasi sungai dioptimalkan saat musim kemarau.
"Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," ujar Prayitno, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan diantaranya meliputi pengerukan sedimen tanah, pengangkatan sampah, pembersihan tumbuhan liar yang mempersempit aliran sungai, hingga penguatan bibir sungai.
"Kita berharap pekerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal, menampung curah hujan dengan maksimal," jelasnya.
Namun, ia menambahkan, normalisasi sungai saja tidak cukup. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya antisipasi banjir.
"Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir, namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang," pungkasnya.
