Tahura R Soerjo Petakan Wilayah Rawan Karhutla

Tahura R Soerjo Petakan Wilayah Rawan Karhutla

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 15 Jul 2026 16:00 WIB
Kebakaran hutan Gunung Biru
Kebakaran hutan Gunung Biru di kawasan Tahura R Soerjo/Foto: Istimewa
Mojokerto -

Kebakaran hutan rawan terjadi di wilayah Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R Soerjo) yang luasnya mencapai 27.868,3 hektare. Saat ini, kebakaran tengah melanda Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro di wilayah Mojokerto.

Bagaimana langkah Tahura R Soerjo mencegah kebakaran meluas?

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas Marini menjelaskan, pihaknya telah memetakan wilayah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan data kasus tahun-tahun sebelumnya, khususnya yang terbesar tahun 2019 dan 2023, karhutla terjadi dari wilayah timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yaitu dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 02 dan RKW 03 di lembah Gunung Welirang-Arjuna. RKW 02 masuk wilayah administrasi Malang bagian timur, sedangkan RKW 03 Pasuruan. Wilayah Tahura R Soerjo sendiri terbagi menjadi 9 RKW.

ADVERTISEMENT

"Itu kalau di petanya, karhutla itu berasal dari bawah, dari kawasan yang lebih bawah ya, itu apakah bisa di lahan masyarakat maupun lahan kawasan selain Tahura. Nah, itu di kami itu banyak di wilayah timur gitu ya," jelasnya kepada detikJatim, Rabu (15/7/2026).

Berkaca dari karhutla tahun 2023, lanjut Agustiningtyas, luasan hutan yang terbakar sekitar 5.000 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa beberapa jenis tanaman pohon dan savana.

"Ini kan prediksi di 2026 ini kan apa El Nino atau apa itu, nanti puncak puncaknya kering itu antara Juli-Agustus itu ya, mudah-mudahan tidak terjadi karhutla," terangnya.

Kasus-kasus karhutla di wilayah hutan konservasi Tahura R Soerjo, menurut Agustiningtyas, disebabkan karena ulah manusia. Sebagai contoh aktivitas pembersihan lahan (land clearing) oleh petani dengan cara dibakar yang akhirnya menjalar ke hutan karena embusan angin kencang.

Kemudian ulah para pemburu liar yang membuat api unggun di dalam hutan. Mengingat luas wilayah Tahura R Soerjo yang mencapai 27.868,3 hektare, jalur tikus bagi para pemburu liar bisa di mana saja. Wilayah hutan konservasi ini meliputi Mojokerto, Pasuruan, Malang, Batu, Kediri dan Jombang.

"Kalau selama ini di jalur pendakian itu sangat jarang sih orang membuang puntung rokok, tapi itu yang jelas ulah-ulah manusia itu mendominasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tentu menjadi konsen bersama, membangun kesadaran itu jauh lebih penting daripada memadamkan api," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Agustiningtyas, saat ini pihaknya meningkatkan pengawasan dengan patroli tanpa mengenal waktu. Terutama di wilayah rawan karhutla, seperti RKW 02 dan 03. Personel yang dikerahkan terdiri dari 63 polisi hutan dan 53 Manggala Agni.

"Patroli itu kami juga lakukan pada malam hari. Kami juga membangun beberapa portal yang memungkinkan mereka (pemburu liar) tidak bisa masuk, kami pasang imbauan, serta pemasangan kamera trap di tempat-tempat yang berpotensi orang masuk," ungkapnya.

Tidak hanya itu, tambah Agustiningtyas, Tahura R Soerjo juga tak bosan-bosan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah karhutla. Pihaknya juga bersinergi dengan MPA di seluruh daerah penyangga. Sebab MPA merupakan masyarakat di sekitar kawasan tahura yang sudah dibina untuk berpartisipasi menjaga hutan.

"Total yang kami miliki sekarang 251 MPA anggota kami, di tahun ini kami menambah anggota MPA 150 di wilayah Malang barat sama di wilayah Pasuruan," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads