Khofifah Minta Pejabat Eselon II Bangun Jejaring hingga Luar Negeri

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 15 Jul 2026 12:15 WIB
Pelantikan pejabat eselon II Pemprov Jatim/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa baru saja melakukan rotasi Eselon II di lingkup Pemprov Jatim. Khofifah mewanti-wanti Eselon II bisa menjaga hubungan baik dengan berbagai stakeholder vertikal maupun horizontal.

"Kita harus bisa membangun hubungan baik dengan stakeholder baik itu vertikal dengan pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota. Jaga hubungan horizontal di mana kita harus sinergi dengan jajaran Forkopimda hingga perguruan tinggi di dalamnya," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (15/7/2026).

"Jaga hubungan juga dengan pelaku usaha, saya minta tolong teman-teman Eselon II untuk terus membangun jejaring, sinergi, kolaborasi, kerja sama dalam dan luar negeri," tambahnya.

Khofifah juga meminta pejabat Eselon II untuk tidak mengeluh soal kurangnya anggaran di tengah efisiensi. Justru, Khofifah ingin pejabat Pemprov Jatim melakukan kreatifitas dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau bahasa dari Pak Wagub Emil itu melarang menyampaikan dana kita berkurang, tapi dilakukan penyesuaian. Seluruh kepala dinas, UPT, BLUD kita lakukan penyesuaian, proses penyesuaian anggarannya, tetapi output-nya tidak boleh berkurang," tegasnya.

"Oleh karena itu kita melakukan beberapa kali creative financing, di titik-titik mana kita bisa men-create tambahan-tambahan PAD," lanjutnya.

Khofifah menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Bangun jaringan, perkuat sinergi, dan ciptakan kolaborasi, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Di tengah kebijakan penyesuaian anggaran, Khofifah juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tetap menjaga kualitas kinerja. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi target output, outcome, maupun manfaat pembangunan yang diterima masyarakat.

Khofifah pun mendorong seluruh organisasi perangkat daerah untuk terus mengembangkan berbagai skema creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

"Kita harus semakin kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan. Penyesuaian anggaran tidak boleh mengurangi hasil yang dirasakan masyarakat. Justru inovasi dan kreativitas harus semakin diperkuat," pungkasnya.



Simak Video "Video Kepanikan Gubernur-Kapolda Jatim Saat Gempa di Tengah Rapat Ponpes Ambruk"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork