Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan pada peserta didik. Pemeriksaan dilakukan sesuai usia dan jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Melalui pemeriksaan ini, kondisi kesehatan peserta didik dapat diketahui sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat apabila ditemukan gangguan kesehatan. Lantas, apa saja yang diperiksa dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah?
Apa Itu Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah?
Dilansir Instagram Promkesjatim, Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program skrining kesehatan bagi peserta didik untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Pemeriksaan dilakukan tenaga kesehatan dan disesuaikan dengan usia maupun jenjang pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memantau kesehatan fisik, CKG juga mencakup skrining kesehatan mental, status gizi, kesehatan indra, hingga deteksi penyakit tertentu. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Jenis Pemeriksaan untuk Siswa SD, SMP dan SMA
Jenis pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis disesuaikan usia dan jenjang pendidikan peserta didik. Semakin tinggi jenjang sekolah, semakin banyak aspek kesehatan yang diperiksa untuk mendeteksi risiko penyakit maupun gangguan kesehatan yang umum terjadi pada kelompok usia tersebut. Berikut rinciannya.
Jenjang SD (Usia 7-12 Tahun)
- Status gizi
- Skrining merokok (kelas 4-6)
- Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)
- Tekanan darah
- Tuberkulosis
- Pemeriksaan telinga
- Pemeriksaan mata
- Pemeriksaan gigi
- Kesehatan jiwa
- Skrining hepatitis B
- Kesehatan reproduksi (kelas 4-6)
- Riwayat imunisasi (kelas 1)
- Skrining malaria (wilayah endemis)
- Skrining frambusia (wilayah endemis)
- Skrining kusta
- Skrining skabies
Jenjang SMP (Usia 13-15 Tahun)
- Status gizi
- Skrining merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 7)
- Pemeriksaan telinga
- Pemeriksaan mata
- Pemeriksaan gigi
- Kesehatan jiwa
- Skrining hepatitis B dan C
- Kesehatan reproduksi
- Riwayat imunisasi HPV (siswi kelas 9)
- Skrining malaria (wilayah endemis)
- Skrining frambusia (wilayah endemis)
- Skrining kusta
- Skrining skabies
Jenjang SMA (Usia 16-17 Tahun)
- Status gizi
- Skrining merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Anemia remaja putri (kelas 10)
- Pemeriksaan telinga
- Pemeriksaan mata
- Pemeriksaan gigi
- Kesehatan jiwa
- Skrining hepatitis B dan C
- Kesehatan reproduksi
- Skrining malaria (wilayah endemis)
- Skrining frambusia (wilayah endemis)
- Skrining kusta
- Skrining skabies
Melalui CKG, berbagai masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal, seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, anemia, gizi kurang maupun berlebih, hingga risiko penyakit menular. Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat sehingga peserta didik dapat belajar dengan lebih sehat, nyaman, dan optimal.
Bagaimana Pelaksanaan CKG di Sekolah?
Setelah mengetahui jenis pemeriksaannya, orang tua juga perlu memahami bagaimana pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di sekolah. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Alur pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di sekolah meliputi sebagai berikut.
- Sekolah berkoordinasi dengan puskesmas untuk menentukan jadwal pemeriksaan.
- Murid melakukan registrasi dan mengisi skrining kesehatan melalui SATUSEHAT Mobile.
- Sekolah memverifikasi data peserta yang telah mendaftar.
- Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan di sekolah sesuai jadwal.
Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis di sekolah menjadi bahan tindak lanjut bagi orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Cara Mendaftar Cek Kesehatan Gratis di Sekolah
Dilansir BBPMP Jatim, peserta didik yang akan mengikuti Cek Kesehatan Gratis perlu melakukan registrasi melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Mekanisme pendaftaran disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni didampingi orang tua untuk siswa TK hingga SMP, sedangkan siswa SMA dan SMK dapat mendaftar secara mandiri.
- Unduh aplikasi SATUSEHAT Mobile melalui Google Play Store atau App Store, kemudian masuk menggunakan akun SATUSEHAT.
- Tambahkan profil peserta didik melalui menu Profil Tertaut, lalu pilih anak yang akan mengikuti pemeriksaan.
- Isi data penerbitan tiket pemeriksaan, meliputi identitas peserta, jenjang sekolah, lokasi sekolah, data BPJS Kesehatan (jika ada), alamat, riwayat kesehatan, dan data orang tua atau wali.
- Periksa kembali data, centang formulir persetujuan, lalu simpan. Tiket pemeriksaan akan terbit secara otomatis.
- Isi skrining kesehatan mandiri pada menu yang tersedia hingga seluruh pertanyaan selesai dijawab.
Melalui Cek Kesehatan Gratis, berbagai masalah kesehatan pada peserta didik dapat dideteksi sejak dini. Dengan begitu, orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan yang tepat sehingga anak dapat tumbuh sehat dan mengikuti kegiatan belajar secara optimal.
