Sejoli Pelajar Digerebek Diduga Mesum dalam Toilet di Nganjuk

Sejoli Pelajar Digerebek Diduga Mesum dalam Toilet di Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 14:30 WIB
Tangkapan layar video sejoli remaja digerebek diduga berbuat mesum
Tangkapan layar video sejoli remaja digerebek diduga berbuat mesum/Foto: Tangkapan layar
Nganjuk -

Sepasang pelajar tepergok berduaan dalam toilet di belakang Stadion Anjuk Ladang Nganjuk. Video penggerebekan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pemuda mendatangi toilet dengan pintu berwarna cream. Mereka meminta agar pintu itu dibuka. Setelah beberapa saat, pintu itu akhirnya terbuka dan didapati anak laki-laki dan perempuan di dalamnya.

"Buka. Bukaen. Lah. Kowe nyapo (kamu ngapain)," tanya para pemuda itu dikutip detikJatim, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pemuda itu kemudian membawa anak laki-laki berkaus oranye keluar toilet berikut anak perempuan berhijab hitam. Anak laki-laki itu kemudian ditanya, dan mengaku tidak melakukan apa-apa di dalam toilet.

"Lha aku pengen ngising eh mas (saya kebelet buang air besar)," jawab anak laki-laki tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, anak perempuan yang berhijab dan bercelana panjang, tampak duduk dengan wajah pucat. Dia hanya diam melihat para pemuda itu menanyai anak laki-laki yang sebelumnya ada di toilet bersamanya.

"Ayo digowo nang kantor polisi ae. Ayo melu aku. (Ayo dibawa ke kantor polisi saja. Ayo ikut kita)," timpal para pemuda itu.

Belakangan diketahui bahwa kedua pelajar itu memang dibawa ke Mapolsek Nganjuk Kota. Hal itu dikonfirmasi oleh Kapolsek Kompol Jumari.

"Benar, dua pelajar SMP. Laki-laki dan perempuan. Penanganan awal pada kami. Orang tua kedua pelajar itu sudah kami panggil," jelas Jumari dikonfirmasi detikJatim.

Menurut Jumari, kedua pelajar itu memang berduaan di dalam toilet. Namun dari pengakuan, belum melakukan apa-apa saat didatangi sejumlah pemuda.

"Hasilnya, persoalan ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Sesuai kesepakatan orangtua dari kedua pelajar itu," tegas Jumari.

Meski begitu, Jumari memastikan bahwa kepolisian terus melakukan monitoring terhadap perjalanan kesepakatan tersebut. Agar ke depannya benar-benar tidak terjadi masalah.

"Terpenting lagi agar mereka tidak mengulangi lagi. Juga sebagai pengingat kepada para pelajar lainnya, agar tidak mencontoh," tandas Jumari.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads