Mendikdasmen Luncurkan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari Malang

Mendikdasmen Luncurkan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 10:26 WIB
Mendikdasmen usai mencanangkan MPLS Ramah di SMK 2 Singosari, Kabupaten Malang
Mendikdasmen usai mencanangkan MPLS Ramah di SMK 2 Singosari, Kabupaten Malang/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi meluncurkan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Peluncuran gerakan nasional ini dipusatkan langsung di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026) pagi.

Tak hanya hadir secara fisik di Malang, Mendikdasmen juga menyapa para siswa baru yang mengikuti pembukaan program ini secara daring dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan seluruh penjuru Indonesia.

Mendikdasmen menegaskan, program MPLS Ramah dirancang untuk membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendikdasmen usai mencanangkan MPLS Ramah di SMK 2 Singosari, Kabupaten MalangMendikdasmen usai mencanangkan MPLS Ramah di SMK 2 Singosari, Kabupaten Malang Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim

Langkah ini merupakan bagian dari gerakan nyata yang dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan suasana belajar yang aman dan nyaman.

"MPLS Ramah ini, sebagaimana kami tekankan berulang kali, merupakan bagian dari upaya kami membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan yang dicanangkan Bapak Presiden, dan juga pelaksanaan budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Abdul Mukti usai pencanangan MPLS Ramah di SMK 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

Menurut Abdul Mu'ti, kementerian pendidikan dasar dan menengah berkomitmen penuh menjadikan sekolah sebagai tempat perlindungan yang inklusif, baik secara sosial, intelektual, spiritual, maupun fisik bagi seluruh murid tanpa memandang perbedaan latar belakang.

"Yang merupakan bagian dari upaya kita semua untuk menjadikan sekolah sebagai lingkungan sosial, lingkungan intelektual, lingkungan spiritual, dan juga lingkungan fisik yang aman dan nyaman bagi seluruh murid," jelasnya.

"Apapun latar belakang mereka, apapun keadaan mereka, sehingga sekolah dapat menjadi rumah mereka yang kedua. Sekolah yang di situ anak dengan berbagai macam latar belakang dapat bertemu, atau saya sering menyebut sekolah sebagai meeting point," sambungnya.

Mendikdasmen berharap, sekolah mampu bertindak sebagai melting point atau laboratorium peleburan untuk membentuk karakter siswa yang hebat, sehat, cerdas, dan saling menghormati.

Oleh karena itu, pelaksanaan orientasi tahun ini wajib berjalan secara humanis dan tanpa kekerasan.

"Penekanannya pada pelaksanaan yang nir-kekerasan, pelaksanaan yang humanis, yang di situ kita mendorong partisipasi dari para murid untuk terlibat dalam program ini," ungkapnya.

Selain fokus pada pengenalan sekolah, MPLS Ramah 2026 juga difungsikan sebagai wadah awal untuk memetakan dan mengeksplorasi bakat serta minat anak melalui berbagai event kreatif.

Pencanangan MPLS Ramah juga diisi dengan penyuluhan penting mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga penanaman nilai integritas serta disiplin dengan cara yang menyenangkan.

Sementara terkait ancaman adanya tradisi perpeloncoan dan budaya senioritas yang kerap membayangi tahun ajaran baru.

Mendikdasmen dengan tegas memerintahkan agar praktik usang tersebut dihilangkan total dari bumi pendidikan Indonesia. Pihaknya menyerahkan tanggung jawab penuh pengawasan ini kepada kepala sekolah selaku otoritas tertinggi di lapangan.

"Ya, kami sekali lagi menekankan pentingnya pendekatan yang humanis, bukan pendekatan yang menekankan aspek yang sifatnya corporal punishment," ujarnya.

"Karena itu, kami menekankan sekali lagi agar berbentuk perpeloncoan yang atas dasar senioritas, atas dasar disiplin, dan sebagainya, harus kita hilangkan dari MPLS ini," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads