MAKI Demo Kejati Jatim Usai Temuan Emas-Uang Diduga Milik Jampidsus

MAKI Demo Kejati Jatim Usai Temuan Emas-Uang Diduga Milik Jampidsus

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 10 Jul 2026 17:15 WIB
Demo di Kejati Jatim imbas temuan penggeledahan rumah dan kafe Jampidsus Kejagung RI.
Ratusan Orang Demo Kejati Usai Temuan Emas-Uang diduga Milik Jampidsus, MAKI: Jangan Terjadi di Jatim! (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memadati jalur frontage Jalan Ahmad Yani Surabaya, tepat di depan gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Aksi unjuk rasa ini merespons hasil penggeledahan Kortastipidkor Polri di rumah dan kafe milik Jampidsus Kejagung RI.

Massa yang berunjuk rasa sejak pukul 13.30 hingga 14.20 WIB itu menyuarakan keresahan atas temuan emas hingga tumpukan uang tunai oleh tim Kortastipidkor Mabes Polri di rumah dan kafe Jampidsus Kejagung RI di Jakarta.

Pantauan di depan Kantor Kejati Jatim, jalannya aksi unjuk rasa sempat mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar area tersebut mengalami kepadatan. Petugas kepolisian dari Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Polda Jatim pun diterjunkan langsung untuk mengamankan situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita bisa percaya dengan penegak hukum bila mereka saja seperti itu?" Teriak sang orator lantang dari atas mobil komando, Jumat (10/7/2026).

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo yang memimpin pergerakan massa mengaku sangat terpukul dan resah atas temuan mengejutkan oleh Kortastipidkor Mabes Polri. Ia menegaskan kedatangan massa ke gedung Kejati Jatim adalah bentuk peringatan keras agar perilaku menyimpang oknum di pusat tidak menular ke wilayah Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

"Apa yang menjadi teriakan kita hari ini jangan kemudian perilaku oknum Kejaksaan Agung terjadi di Kejati Jatim dan kami tidak ingin terjadi di Kejati Jatim," tegas Heru sembari memberikan pengarahan kepada para peserta aksi di lokasi.

Heru menambahkan, peristiwa di Jakarta tersebut telah mencederai rasa keadilan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi Adhyaksa di Indonesia. Kendati demikian, ia menyatakan pihaknya masih menaruh harapan besar agar korps kejaksaan di lingkungan Jawa Timur tetap tegak lurus pada hukum.

"Kami masih sangat percaya pada kantor Kejati Jatim yang kami sayangi dan kami cintai dan kami percaya itu. Dan itu yang perlu kami sampaikan kepada semua masyarakat bahwa hasil pertemuan kami dalam aksi ini, mari bersama-sama menjaga integritas penanganan hukum di Jatim dengan komprehensif, apa adanya, dan tidak ada kriminalisasi," katanya.

Merespons gelombang protes itu, perwakilan jaksa dari bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim turun menemui demonstran di depan gerbang. Kejati Jatim memilih tidak mengomentari prahara yang tengah bergulir di Jakarta tetapi berbalik meminta pengawalan dan doa dari masyarakat agar seluruh jajarannya di Jatim dijauhkan dari tindakan koruptif.

"Bantu dan support kami untuk menjaga marwah institusi kami dan kepercayaan dari teman-teman selanjutnya kami juga mohon doa dan dukungan kepada teman-teman bidang Pidsus dalam menangani perkara kami senantiasa diberikan keteguhan iman penuh profesionalitas dan tentu yang kami dapat selalu menjaga integritas sehingga kami dapat melakukan penanganan perkara sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat Jawa Timur," tutur perwakilan jaksa Pidsus Kejati Jatim di hadapan massa.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads