Maling Celana Dalam Warga Banyuwangi Diduga untuk Ritual Pelaris-Pelet

Maling Celana Dalam Warga Banyuwangi Diduga untuk Ritual Pelaris-Pelet

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 09 Jul 2026 19:15 WIB
Sulis tengah merapikan jemuran di depan rumahnya di Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi
Sulis tengah merapikan jemuran di depan rumahnya di Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Aksi pencurian celana dalam perempuan meresahkan warga Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. korban kini merasa resah karena pakaian dalam yang dicuri akan digunakan

Ketua Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi Abdul Fatah Hasan membeberkan bahwa arti di balik pencurian tersebut bisa dilihat dari kondisi celana dalam yang diincar oleh pelaku.

Menurut Abdul Fatah, jika pelaku nekat mencuri celana dalam yang belum dicuci, maka aksi tersebut erat kaitannya dengan ritual pelaris untuk bisnis atau usaha tertentu. Celana dalam kotor dinilai menyimpan rekam jejak spiritual yang kuat dari pemiliknya. Kandungan energi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku ritual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Celana dalam yang belum dicuci itu identik dengan kandungan energi dari pemilik barang tersebut. Energi itu diserap untuk melariskan atau membuat bisnis atau dagangan dari pelaku menjadi lebih diminati," kata Abdul Fatah saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, ritual pelarisan ini tidak dilakukan secara acak. Pelaku biasanya sudah menentukan target korban yang dinilai memiliki aura positif yang kuat dan cocok dengan kebutuhan pelarisan mereka.

ADVERTISEMENT

Kondisinya akan berbeda jika si pencuri justru mengincar celana dalam yang sudah dicuci dan sedang berada di jemuran. Menurut Fatah, motif dari pencurian celana dalam bersih ini adalah untuk ritual pengasihan atau pelet.

Bahkan, tidak jarang pelaku mengambil lebih dari satu celana dalam sekaligus. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencari kecocokan energi yang paling optimal.

"Jika yang dicuri itu lebih dari satu, itu artinya digunakan sebagai salah satu potensi energi mana yang mau diutamakan. Jadi akan dipilih mana yang sekiranya nanti cocok dan bisa digunakan sebagai syarat utama menjalani ritual," jelasnya.

Mengenai sosok korban yang dijadikan target,Fatah menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada kriteria baku yang mutlak. Penentuan target ini sering kali merupakan bagian dari instruksi khusus atau improvisasi dari sang dukun atau guru spiritualnya.

"Setiap penasihat spiritual itu pasti punya cara dan improvisasi sendiri," tutur Fatah.

Kendati targetnya bisa berubah-ubah tergantung si dukun, Abdul Fatah menegaskan bahwa waktu pelaksanaan ritual ini memiliki pola tersendiri. Ada bulan-bulan tertentu dalam kalender spiritual yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk bergerak, salah satunya adalah bulan suro.

"Sementara jika bulan atau waktu tertentu itu memang ada, misalnya seperti bulan Suro itu pasti ada," pungkasnya menggarisbawahi.

Untuk kasus yang menimpa warga di Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Fatah mengaitkan ada peluang kecocokan dengan ritual pengasihan atau pelet.

Sebelumnya, warga Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi dihebohkan dengan aksi pencurian celana dalam wanita. Aksi ini telah terjadi selama sebulan terakhir.

Sosok pelaku pencurian sempat terekam dalam video bahkan sempat viral di media sosial. Meski demikian, hingga kini pelaku masih belum terungkap. Padahal sudah puluhan celana dalam warga raib digasak pelaku.

Salah satu korban, Sulis Nunda Sari (32) mengaku sebenarnya sudah mengetahui sejumlah celana dalamnya hilang karena dicuri. Tercatat pakaian dalam miliknya telah hilang sebanyak 12 buah.

Ia bahkan mengaku pernah memergoki langsung pelaku saat beraksi. Namun ia memilih diam karena karena dicekam rasa takut.

"Saya sempat memergoki pelaku sebanyak tiga kali, tapi saya tidak berani mengambil tindakan karena takut," kata Sulis saat memberikan keterangan kepada detik Jatim di rumahnya, Rabu (8/7/2026).



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads