Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Balongbendo, tepatnya di sebelah timur SPBU Seduri, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (9/7/2026). Bus Mira bertabrakan dengan Toyota Innova hingga menyebabkan 1 orang tewas dan 3 lainnya mengalami luka-luka.
Korban tewas diketahui bernama Agung Prasetiyoadi (52) warga Panggreman, Kranggan, Kediri. Agung yang mengemudikan Toyota Innova meninggal di lokasi kejadian setelah terjepit di dalam kabin akibat benturan keras.
Sementara Bus Mira dikemudikan Afthony Ilman Sholdyan Perdana (37). Tiga korban luka dalam kecelakaan itu telah dievakuasi ke RS Anwar Medika Balongbendo untuk menjalani perawatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Unit Lalu Lintas Polsek Balongbendo, Aiptu Joko Sutrisno mengatakan kecelakaan bermula saat Bus Mira melaju dari Surabaya menuju barat dan berusaha mendahului sebuah truk yang belum diketahui identitas maupun nomor polisinya.
"Bus Mira melaju dari arah timur ke barat. Saat berusaha mendahului truk di depannya, dari arah berlawanan datang Toyota Innova sehingga terjadi tabrakan. Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan petugas," kata Joko kepada detikJatim di lokasi kejadian, Kamis (9/7/2026).
Joko menjelaskan, benturan yang terjadi membuat pengemudi Innova terjepit di dalam kendaraan hingga meninggal dunia di tempat. Sedangkan korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit.
"Korban meninggal adalah pengemudi Innova. Sementara korban luka sudah dibawa ke RS Anwar Medika. Kami juga masih mendata identitas seluruh korban, termasuk penumpang bus dan kondisi mereka," tambahnya.
Sementara itu, kernet Bus Mira, April, menuturkan bus yang ditumpanginya tengah melayani perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta. Menurutnya, saat hendak menyalip truk, kondisi jalur dari arah berlawanan masih terlihat cukup longgar.
"Bus sedang menyalip truk. Dari yang saya lihat, di depan masih ada ruang. Tapi tiba-tiba Innova dari arah berlawanan tetap melaju dan akhirnya tabrakan tidak bisa dihindari," ujar April.
Keterangan April merupakan versi saksi yang berada di dalam bus. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kecepatan kedua kendaraan dan faktor lain yang diduga menjadi pemicu tabrakan.
Hingga kini, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
