5 Fakta TKW Bojonegoro Robohkan Rumah gegara Suami Punya WIL

5 Fakta TKW Bojonegoro Robohkan Rumah gegara Suami Punya WIL

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 09:15 WIB
Rumah di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dihancurkan istri karena suami selingkuh selama mencari nafkah jadi TKW di Hongkong
Rumah di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dihancurkan istri karena suami selingkuh selama mencari nafkah jadi TKW di Hong Kong/Foto: Ainur Rofiq/detikJatim
Bojonegoro -

Rumah yang dibangun dari hasil bertahun-tahun bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong berakhir menjadi puing. Seorang perempuan di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, memilih merobohkan rumah yang dibangun bersama suaminya setelah rumah tangga mereka diterpa konflik yang diduga dipicu kehadiran wanita idaman lain (WIL).

Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/7/2026) itu menyita perhatian warga sekitar. Sebuah ekskavator didatangkan untuk meratakan bangunan, sementara ratusan pasang mata menyaksikan proses pembongkaran yang mengakhiri kisah rumah hasil jerih payah bekerja di luar negeri tersebut.

Berikut sederet faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Rumah Hasil Kerja sebagai TKW di Hong Kong Dirobohkan

Rumah berukuran sekitar 9x11 meter itu dibangun dari hasil uang yang dikirim NK (48) selama bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong sejak menikah dengan suaminya pada 2019.

Namun, bangunan yang menjadi simbol perjuangan pasangan tersebut akhirnya dirobohkan setelah rumah tangga mereka dilanda konflik.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto membenarkan pembongkaran rumah tersebut dan menyebut persoalan rumah tangga menjadi penyebab utama tindakan itu.

"Benar ada pembongkaran rumah dengan menggunakan alat berat di Desa Tlogoagung terkait permasalahan rumah tangga," ujar Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

2. Datangkan Ekskavator

Pembongkaran dimulai sekitar pukul 12.00 WIB setelah seluruh perabot rumah dikeluarkan oleh warga dan para pekerja, kemudian diangkut menggunakan truk yang telah disiapkan. Tak lama setelah ekskavator mulai bekerja, dinding, atap, hingga struktur bangunan satu per satu roboh hingga dalam hitungan menit rumah itu berubah menjadi tumpukan puing.

Polisi memastikan pembongkaran tersebut memang dilakukan menggunakan alat berat karena bangunan sengaja diratakan.

"Keduanya diketahui menikah pada tahun 2019 lalu," ujar Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto.

3. Suami Diduga Punya Hubungan dengan WIL

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, keretakan rumah tangga pasangan itu diduga dipicu adanya orang ketiga yang membuat hubungan keduanya semakin memburuk. Dugaan perselingkuhan itulah yang kemudian memicu keputusan NK merobohkan rumah yang dibangun dari hasil bekerja di luar negeri.

Kapolsek Kedungadem mengungkapkan dugaan awal penyebab konflik tersebut.

"Awal mula permasalahan bahwa diduga sdr. P telah menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain," beber Suiswanto.

4. Istri Rutin Kirim Uang untuk Bangun Rumah

Selama bekerja di Hong Kong, NK diketahui secara rutin mengirimkan uang kepada suaminya, P (35), warga Desa Tlogoagung, yang kemudian digunakan untuk membangun rumah tersebut.

Rumah itu menjadi hasil dari jerih payah NK sebagai pekerja migran Indonesia sebelum akhirnya diputuskan untuk dirobohkan akibat konflik rumah tangga.

5. Pembongkaran Jadi Tontonan Warga

Proses pembongkaran rumah menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung ekskavator meratakan bangunan.

Sebagian warga bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam karena peristiwa itu dinilai tidak biasa terjadi di lingkungan mereka.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads