Rumah tangga pasangan P dan istrinya NK berada di ujung tanduk. Ini setelah istrinya rumah yang dibangun dari hasil menabung selama kerja di Hongkong dirobohkan karena suaminya diduga berselingkuh.
Kapolsek Kedungadem, AKP Suiswanto mengatakan sebelum melakukan pembongkaran kedua pihak sempat dimediasi. Hasilnya, baik suami maupun istri kemudian sepakat merobohkan bangunan rumah.
Perobohan dilakukan karena tanah yang ditempati bangunan diketahui milik orang tua pihak suami. Sedangkan bangunan merupakan hasil dari tabungan atau uang istri selama mencari nafkah sebagai tenaga kerja wanita (TKW).
"Terkait perobohan rumah tersebut, sebenarnya sudah ada kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak, baik suami maupun istri," kata Suiswanto kepada detikJatim, Senin (6/7/2026).
Suiswanto menjelaskan, keretakan rumah tangga berawal dari sang istri yang saat itu pulang dari Hongkong. Dari situ, sang istri menemukan bukti suaminya mendua.
Karena mediasi tidak membuahkan hasil dan jalan damai telah tertutup, pasutri ini akhirnya memilih untuk menghancurkan aset rumah yang dibangun bersama.
"Pada intinya, pasangan suami istri ini sudah sepakat untuk merobohkan rumah mereka. Tadi di lokasi untuk pihak perempuan diwakilkan kuasa hukum dan keluarga," pungkas Suiswanto.
Sebelumnya, seorang istri di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro terpaksa merobohkan rumah yang selama ini dibangun bersama suaminya. Padahal rumah tersebut dibangun dari hasil menabung jadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong.
Sedangkan pemicunya karena sang istri tak terima suaminya berselingkuh. Proses meratakan bangunan dengan luas 9x11 ini terjadi pada Senin (6/7) sekitar pukul 12.00 WIB dengan menggunakan 1 unit ekskavator dan semapt menjadi tontonan warga setempat.
Simak Video "RSUD Bojonegoro Diduga Lakukan Malapraktik ke Pasien"
(auh/abq)