Momen libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan (weekend) kali ini membawa dampak signifikan pada volume kedatangan penumpang kereta api Malang. Di mana pada Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7) terjadi peningkatan jumlah penumpang kereta api tujuan Malang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengungkapkan, pada momen libur sekolah hari Sabtu kemarin, penumpang kereta api dengan pemberhentian di Malang mengalami peningkatan sekitar 11%. Dari beberapa titik pemberhentian, mayoritas penumpang mendominasi turun di Stasiun Malang.
"Biasanya pada hari Sabtu, penumpang yang tiba di Stasiun Malang berkisar antara 4.000 hingga 4.100 orang. Namun, pada Sabtu kemarin, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Malang melonjak hingga mencapai 4.600 orang," ujar Mahendro kepada detikJatim, Minggu (5/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren positif ini terpantau terus berlanjut hingga hari Minggu (5/7) ini. Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya hingga pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Malang sudah menyentuh angka 4.150 orang.
"Kalau hari Minggu biasanya, jumlah penumpang yang datang ke Stasiun Malang berkisar antara 3.700 sampai 3.900 orang. Data hari ini masih terus bertambah sampai keberangkatan kereta api malam nanti," imbuh Mahendro.
Lonjakan penumpang pada masa libur sekolah ini sekaligus menjadi penutup yang manis bagi kinerja KAI Daop 8 Surabaya di paruh pertama tahun ini. Stasiun Malang mencatatkan pertumbuhan total pelanggan sebesar 5 persen sepanjang Semester I Tahun 2026 (periode Januari - Juni) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara akumulatif, Stasiun Malang telah melayani sebanyak 1.087.795 pelanggan selama enam bulan pertama di tahun 2026. Angka tersebut terdiri dari 536.049 pelanggan yang berangkat dan 551.746 pelanggan yang tiba. Sebagai perbandingan, pada Semester I Tahun 2025, Stasiun Malang mencatatkan volume sebesar 1.036.739 pelanggan.
Menurut Mahendro, pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat sepanjang Semester I 2026, termasuk adanya rangkaian libur panjang (long weekend) dan momen libur anak sekolah.
Hal ini mencerminkan semakin tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, hingga silaturahmi bersama keluarga.
"Peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Malang menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Capaian ini merupakan hasil dari komitmen KAI dalam menjaga keandalan operasional, mempertahankan ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan berbagai inovasi berbasis digital," tegas Mahendro.
Peningkatan volume penumpang yang terus berkelanjutan ini juga diimbangi oleh transformasi layanan di Stasiun Malang. Saat ini, stasiun telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan modern yang dirancang untuk mempermudah pelanggan.
Salah satu fasilitas andalan yang disematkan adalah Face Recognition Boarding Gate. Fasilitas ini memungkinkan proses boarding berjalan jauh lebih cepat tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas.
Selain itu, terdapat pula ruang tunggu yang nyaman, fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, ruang ibadah yang memadai, serta kemudahan integrasi dengan moda transportasi lanjutan.
"Transformasi yang dilakukan KAI tidak hanya berfokus pada peningkatan operasional perjalanan kereta api, tetapi juga pada penyempurnaan layanan di stasiun. Kami ingin memastikan pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang berkualitas melalui kemudahan akses, fasilitas yang nyaman, pelayanan yang semakin modern, serta konektivitas yang terintegrasi," tandasnya.
(ihc/ihc)
