Penyebab tewasnya Suyadi alias Kasdut (39) di parit Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto masih menjadi teka-teki. Sebab keluarganya menolak jenazah supeltas ini diautopsi.
Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono menjelaskan, jenazah Suyadi hanya divisum luar di RSUD RA Basoeni pada Selasa (30/6). Karena keluarga korban menolak autopsi.
"Hasil visum luar kan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dari pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dan menolak untuk diautopsi. Jadi, kami tidak tahu penyebab kematian korban," jelasnya kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, lanjut Dimas, pihaknya menyerahkan jenazah Suyadi kepada keluarganya. Jasad sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) itu dimakamkan setelah zuhur.
Terkait tewasnya Suyadi, Polsek Gedeg memeriksa 6 saksi. Meliputi keluarga korban, warga yang pertama kali menemukan mayatnya, warga yang rumahnya depan lokasi penemuan mayat, serta teman korban sesama supeltas di Exit Tol Pagerluyung.
Namun, dari semua saksi yang diperiksa, tidak seorang pun mengetahui aktivitas terakhir Suyadi sebelum tewas. Menurut Dimas, keluarga hanya tahu kalau pada Senin (29/6), korban keluar malam seperti biasa.
"Dari pihak keluarga juga tidak tahu karena korban sering keluar malam. Waktu malam itu, teman-temannya tidak bersama dia, petunjuk CCTV juga nihil. Tidak ada seorang pun bersama korban," terangnya.
Petunjuk terkait aktivitas terakhir Suyadi, menurut Dimas, ditemukan di saku celana korban. Yaitu berupa uang pecahan Rp 2.000, dompet dan kartu identitas.
Artinya, korban diduga sempat menjadi polisi cepek di Exit Pagerluyung sebelum ditemukan tewas. Begitu masuk Selasa (30/6) dini hari, korban diduga tewas karena serangan jantung.
"Kemungkinan serangan jantung, korban langsung terpeleset ke parit. Itu sih kemungkinan yang paling mendekati," ungkapnya.
Spekulasi tersebut diperkuat kesaksian Fitri Kartini (27), warga yang rumahnya di depan parit tempat mayat Suyadi ditemukan. Fitri mengaku mendengar suara benda jatuh sekitar pukul 00.30 WIB.
"Kemungkinan (suara benda jatuh) korban tersungkur ke parit. Karena hasil pemeriksaan dokter, korban diperkirakan meninggal 8-10 jam dari dibawa ke rumah sakit sekitar jam 8-9 pagi," tandasnya.
