Warga Blitar Protes, Kanigoro Tak Punya Sekolah Menengah Negeri

Warga Blitar Protes, Kanigoro Tak Punya Sekolah Menengah Negeri

Fima Purwanti - detikJatim
Selasa, 30 Jun 2026 21:30 WIB
Warga memasang banner protes di Simpang Empat Kanigoro, Blitar
Warga memasang banner protes di Simpang Empat Kanigoro, Blitar. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Sejumlah warga Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar menggelar aksi protes dengan memasang banner berukuran besar. Banner itu berisikan protes karena Kanigoro yang disebut sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Blitar tapi tidak memiliki akses pendidikan yang layak.

Khususnya, sekolah tingkat menengah atas sederajat yang tidak tersedia hingga saat ini. Meskipun Kanigoro telah ditetapkan sebagai pusat pemerintahan sejak 10 tahun yang lalu.

Banner itu dipasang di sekitar simpang empat Kanigoro, tepatnya di area bekas Pasar Kanigoro. Warga menggunakan bambu sebagai penyangga banner yang bertuliskan surat terbuka tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kami terhadap sarana pendidikan untuk anak-anak kami, khususnya di Kecamatan Kanigoro. Ini juga sebagai aksi kekecewaan karena kami tidak mendapat respons dari Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar," terang Koordinator Aksi, Henry Ki Demang kepada awak media, Selasa sore (30/6/2026).

ADVERTISEMENT

Henry menyebut pihaknya telah berupaya menemui DPRD Kabupaten Blitar untuk menyuarakan aspirasi tententang minimnya fasilitas pendidikan di Kecamatan Kanigoro. Menurutnya, warga menyayangkan tidak adanya sekolah menengah atas sederajat tingkat negeri.

Padahal Kecamatan Kanigoro telah ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Blitar. Hal itu berbanding terbalik dengan minimnya fasilitas pendidikan bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang menengah.

Akibatnya, siswa SMP/Sederajat harus mencari sekolah di luar zonasi yang lokasinya cukup jauh dari Kecamatan Kanigoro. Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua siswa.

"Hampir seluruh siswa tingkat SMP yang hendak meneruskan ke jenjang berikutnya, harus extra kerja keras bersaing untuk bisa masuk ke SMA/SMK Negeri di luar Kecamatan. Banyak yang tersingkir karena tidak dalam satu zonasi sekolah, dan orang tua juga semakin khawatir apabila lokasi sekolah yang cukup jauh," terangnya.

Henry menegaskan banner berisi surat terbuka itu dapat direspon oleh Pemkab Blitar dan DPRD Kabupaten Blitar. Terlebih, Pemkab Blitar juga tengah merencanakan pembangunan fasilitas lain di wilayah Kecamatan Kanigoro.

"Untuk itu dengan surat terbuka ini, kami memohon respon secepatnya dari Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Blitar. Karena ini juga menyangkut pendidikan lanjutan bagi anak - anak kami kedepannya," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads