Pemprov Jatim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengusulkan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pemprov menunggu keputusan Kemenpan RB terkait rekomendasi seleksi CPNS dan PPPK.
"Sampai hari ini masih dimintakan persetujuan Kemenpan RB. Sampai sekarang belum turun," kata Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni di Surabaya, Selasa (30/6/2026).
Perempuan yang akrab disapa Yuyun ini menyebut seleksi CPNS dan PPPK di Pemprov Jatim sangat dibutuhkan. Sebab, ada sebanyak 2.645 ASN Pemprov Jatim yang purnatugas selama tahun 2026 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Info Belajar Persiapan CPNS 2026, Gratis! |
"Jadi yang purnatugas tahun ini sebanyak 2.645. Kita sesuaikan kebutuhan, masih diteliti lagi oleh Kemenpan RB terkait kebutuhan formasinya," jelasnya.
Untuk formasi CPNS, Yuyun membeberkan Pemprov Jatim telah mengusulkan kepada Kemenpan RB sebanyak 750 kuota. Kemudian formasi PPPK Guru, Pemprov Jatim mengusulkan kuota sebanyak 369.
Selanjutnya, Pemprov Jatim juga mengusulkan formasi PPPK Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 57 kuota. Pemprov Jatim juga mengusulkan formasi PPPK Teknis sebanyak 929 kuota.
Menurut Yuyun, kebutuhan ASN di Pemprov Jatim saat ini ialah di sektor teknis. Sebab, sektor ini perlu keahlian khusus dibanding sektor administrasi.
"Sebenarnya kalau di provinsi dibutuhkan terkait dengan teknis, seperti misalnya dinas sosial itu kan butuh juga tenaga terkait untuk memandikan lansia, bisa merawat anak kecil itu kan butuh kompetensi khusus. Itu yang perlu kita pikirkan termasuk juga untuk bisa terkait masalah jalan, dengan adanya banyak kendaraan overload itu kira-kira ketebalan aspal jalannya berapa, jadi di laboratorium PU Bina Marga itu dibutuhkan," jelasnya.
Saat ini, Yuyun mengungkap ada 80.821 ASN di lingkungan Pemprov Jatim. Dengan rincian 2.156 CPNS, 34.052 PNS, 23.337 PPPK Penuh Waktu, dan 21.276 PPPK Paruh Waktu.
"Bulan Juni saja yang pensiun sebanyak 233 dengan rincian 215 PNS dan 18 dari PPPK," tandasnya.
(auh/hil)
