Radial road Kelurahan Lontar telah resmi dioperasikan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun memastikan tidak ada lagi kemacetan di kawasan setempat.
Proyek radial road tersebut menjadu penghubung Jalan Mayjend Jonosewoyo dengan Lontar yang dikerjakan sejak Agustus 2023. Tujuannya memang untuk mengatasi kemacetan. Radial road dibuka sepanjang 2,6 km dengan ujung barat di bundaran G-Walk.
"Alhamdulillah radial road ini kita fungsikan untuk orang bisa lewat. Tapi ini hanya satu arah, dari timur ke barat," kata Eri kepada wartawan di Radial Rod Lontar, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pemkot akan mensosialisasikan ke warga untuk Jalan Raya Lontar yang sebelumnya dilalui dua arah akan menjadi satu arah, yakni ke arah Jalan Mayojen Jonosewojo.
"Sehingga dia tidak tidak macet. Dari sini dari timur ke barat. Yang dari sana, sebaliknya," jelasnya.
Targetnya minggu depan, Jalan Lontar menjadi satu arah, dengan harapan akan mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari di ruas itu.
"Nanti insyaAllah di minggu depan sudah berjalan dua-duanya," ujarnya.
Eri menyebut, setelah radial road dibuka, maka tidak ada lagi kemacetan panjang di kawasan Lontar. "Insyaallah sudah enggak macet, karena Lontar juga macetnya panjang. Sehingga insyaallah dengan ini tidak ada kemacetan di daerah Lontar, marena sudah terpecah," pungkasnya.
Anggaran pembangunan radial road sendiri senilai Rp38 miliar. Sedangkan tanahnya milij Pakuwon dan Kemenag, pemkot bagian membangun fisik jalan.
(abq/abq)
