Bupati Yani Ingin Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Ikon Wisata Budaya Gresik

Bupati Yani Ingin Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Ikon Wisata Budaya Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 14:00 WIB
Rumah Kreasi Damar Kurung di Gresik
Rumah Kreasi Damar Kurung di Gresik/Foto: Istimewa
Gresik -

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Rumah Kreasi Damar Kurung sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk Damar Kurung Melintas Waktu di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Yani itu menegaskan bahwa Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan kota santri, tetapi juga memiliki kekayaan seni budaya yang menjadi identitas daerah. Salah satunya adalah damar kurung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

"Ini warisan budaya tak benda dan menjadi icon wisata di Kabupaten Gresik," kata Gus Yani, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Kreasi Damar Kurung di GresikGus Yani saat meresmikan Rumah Kreasi Damar Kurung di Gresik Foto: Istimewa

Gus Yani berharap, Rumah Kreasi Damar Kurung menjadi pusat kreativitas generasi muda sekaligus ruang pelestarian budaya yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang bernilai tinggi dan berkelanjutan," tambahnya.

Menurutnya, damar kurung bukan sekadar lampion berhias lukisan, melainkan simbol yang merekam kehidupan, tradisi, nilai sosial, dan spiritual masyarakat pesisir Gresik.
Tempat ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran, ruang kolaborasi seniman, serta wadah pembinaan generasi muda agar terus berkarya.

"Melalui karya maestro Mbah Masmundari, damar kurung bahkan telah memperkenalkan nama Gresik ke panggung seni rupa dunia," tuturnya.

Gus Yani berpesan, Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut. Dengan tujuan agar generasi penerus bisa meneruskan warisan budaya tersebut.

"Kita ingin anak cucu kita tidak hanya mengenal damar kurung dari buku sejarah, tetapi juga mampu melukis dan memaknainya secara langsung," terang Gus Yani.

Bupati juga mengapresiasi pameran Damar Kurung Melintas Waktu yang dinilainya membawa pesan bahwa seni tradisional harus tetap relevan mengikuti perkembangan zaman.

"Melalui pameran ini kita melihat bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi lintas generasi, termasuk di era digital," lanut Gus Yani.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Semoga Rumah Kreasi Damar Kurung menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan leluhur," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Anhar mengatakan Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreativitas yang mampu menginspirasi generasi muda untuk melestarikan budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif.

"Tempat ini akan menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda untuk belajar, berkarya, dan berbagi secara terbuka tanpa dipungut biaya," ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Parekrafbudpora Saifuddin Ghozali, budayawan Kris Adji, para seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta keluarga besar maestro Damar Kurung, almarhumah Mbah Masmundari.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads