Kesalnya Warga Ponorogo Corat-coret Aspal Protes Jalan Rusak

Kesalnya Warga Ponorogo Corat-coret Aspal Protes Jalan Rusak

Charolin Pebrianti - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 11:45 WIB
Jalan rusak di Ponorogo dicorat-coret
Jalan rusak di Ponorogo dicorat-coret/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Warga Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, meluapkan kekesalannya terhadap kondisi jalan rusak dengan cara tak biasa. Sejumlah lubang di ruas jalan penghubung Desa Demangan-Ngabar dicoret menggunakan cat dan diberi tulisan sebagai bentuk protes agar pemerintah segera melakukan perbaikan.

Coretan itu muncul sejak Minggu (28/6) malam dan baru diketahui warga keesokan paginya. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pondok Modern Gontor serta dilalui kendaraan dari arah Mlarak hingga kendaraan bertonase besar.

Salah seorang warga, Erwin mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin membahayakan pengguna jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan rusak di Ponorogo dicorat-coretJalan rusak di Ponorogo dicorat-coret Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim

"Sudah lama sekali rusaknya. Yang paling parah di bagian barat. Dulu pernah ditambal swadaya warga pakai semen cor, tapi sekarang bolong lagi. Kondisinya sudah parah," kata Erwin kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

ADVERTISEMENT

Hal senada disampaikan warga lainnya, Sulani. Menurutnya, jalan berlubang itu telah rusak selama bertahun-tahun dan kerap membuat pengendara khawatir mengalami kecelakaan.

"Kurang lebih sudah tahunan. Jalannya beglong-beglong (bolong-bolong), takut kalau pengendara jatuh. Yang paling parah dari perempatan Jabung sampai arah Ngabar," ujarnya.

Sulani mengaku tidak mengetahui siapa yang menuliskan berbagai pesan di badan jalan. Namun ia berharap aksi tersebut mampu mengetuk perhatian pemerintah.

"Harapannya ya segera diperbaiki pemerintah. Kemarin warga RT sudah patungan lewat dana jimpitan untuk menambal jalan, tapi sekarang rusak lagi," imbuhnya.

Ketua RT setempat, Agus Triyono, membenarkan bahwa coretan di badan jalan merupakan inisiatif warga sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

"Ini inisiatif warga sekitar. Jalan berlubang sudah cukup parah, sehingga warga bergotong royong memberi tulisan untuk menyuarakan suara hati masyarakat. Beberapa bulan lalu kami juga sudah kerja bakti menambal lubang secara swadaya. Ada yang menyumbang semen, ada yang menyumbang pasir," kata Agus.

Menurut Agus, kerusakan jalan telah terjadi selama bertahun-tahun. Perbaikan yang pernah dilakukan hanya sebatas tambal sulam sehingga tidak bertahan lama.

"Kerusakannya sudah sekitar lima sampai sepuluh tahun. Pernah ada tambal sulam, tapi sekarang rusak lagi. Yang paling parah sekitar 500 meter di sebelah barat," jelasnya.

Ia menambahkan, ruas jalan tersebut menjadi jalur vital menuju Pondok Ngabar dan setiap hari dilalui kendaraan pribadi maupun kendaraan berat. Kondisi jalan berlubang juga disebut telah beberapa kali memicu kecelakaan.

"Sering terjadi kecelakaan. Bahkan beberapa waktu lalu ada pengendara asal Jabung yang patah kaki karena motornya masuk lubang," ungkap Agus.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalan kembali aman dilalui dan tidak lagi memakan korban.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads