Investasi Emas Digital Makin Diminati Generasi Muda

Investasi Emas Digital Makin Diminati Generasi Muda

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 27 Jun 2026 16:20 WIB
Head of Corporate Communication PT Pegadaian Persero, Riana Rifani saat konferensi pers dalam Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Santika Premiere Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Head of Corporate Communication PT Pegadaian Persero, Riana Rifani saat konferensi pers dalam Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Santika Premiere Surabaya, Jumat (26/6/2026).Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Investasi emas semakin diminati generasi muda. Selain dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, emas kini juga semakin mudah diakses melalui layanan digital dengan nominal investasi yang lebih fleksibel.

Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya transaksi investasi emas digital melalui aplikasi Tring milik PT Pegadaian. Kemudahan transaksi melalui ponsel membuat investasi emas semakin diminati, khususnya oleh kalangan muda yang akrab dengan teknologi.

Head of Corporate Communication PT Pegadaian Persero, Riana Rifani mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap investasi emas tetap tinggi meski harga emas mengalami fluktuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan investasi emas digital melalui aplikasi Tring pun menunjukkan tren positif. Meski belum terdapat data khusus untuk wilayah Jawa Timur, secara nasional nilai transaksi melalui aplikasi tersebut terus meningkat.

ADVERTISEMENT

"Jumlah transaksi Tring sendiri dari periode Januari sampai dengan bulan Mei itu mencapai Rp 25 miliar. Itu naik secara month-to-month dari bulan sebelumnya Rp 22,5 miliar," kata Riana dalam Uji Kompetensi Wartawan yang digelar LPDS di Hotel Santika Premiere Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Menurut Riana, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjadikan emas sebagai instrumen investasi meskipun harga mengalami perubahan.

"Ini terbukti walaupun harga emas fluktuatif, naik turun, antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan, terutama kalangan muda yang lebih agile yang mau pakai handphone, lebih adaptif, itu cukup banyak," jelasnya.

Riana mengatakan generasi muda menjadi kelompok yang cukup dominan dalam penggunaan layanan investasi emas digital. Kemudahan bertransaksi melalui perangkat seluler dinilai membuat masyarakat semakin tertarik untuk berinvestasi.

"Karena generasi milenial memang di atas 50 persen untuk pengguna Tring sendiri," kata Riana.

Selain memperkuat layanan digital, Pegadaian juga terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Edukasi investasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan sesuai kebutuhan.

"Iya, betul. Nah, literasi juga terus kami gencarkan, kami lakukan, supaya apa? Supaya kita mendukung cita-cita pemerintah dan juga untuk mendukung Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Menurut Riana, perubahan identitas Pegadaian sebagai bagian dari ekosistem Bank Emas juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi emas.

"Dengan adanya penyematan nama Bank Emas di Pegadaian itu menjadi salah satu PR juga buat kita, bagaimana caranya mencerdaskan masyarakat untuk lebih aware lagi terhadap investasi, khususnya untuk instrumen investasi emas," jelasnya.

Di sisi lain, meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas digital juga diikuti kebutuhan akan keamanan transaksi. Riana memastikan Pegadaian telah menyiapkan sistem penyimpanan emas dengan standar keamanan yang memadai.

"Pegadaian berkomitmen amanah untuk menjaga apa yang sudah dititipkan oleh nasabah ke Pegadaian sendiri," kata Riana.

Ia menjelaskan bahwa sistem pencatatan emas dilakukan dengan prinsip satu banding satu. Setiap pembelian emas digital oleh masyarakat akan didukung oleh cadangan emas fisik yang tersimpan di Pegadaian.

"Setiap transaksi yang ditransaksikan oleh masyarakat itu 1 banding 1. Jadi ketika masyarakat bertransaksi 1 gram akan tersimpan di Pegadaian sebesar 1 gram juga," jelasnya.

Menurut Riana, emas fisik tersebut disimpan dalam bentuk emas lantakan dengan berbagai ukuran sebelum dialokasikan sesuai kepemilikan masing-masing nasabah.

"Fisiknya tersimpan di Pegadaian, karena Pegadaian itu sistemnya dia menyimpan emas dulu yang belum ada kepemilikan dalam bentuk latakan 1 kg sampai dengan 12,5 kg," ujarnya.

"Jadi ketika nanti ada orang bertransaksi 1 gram, maka kepemilikannya di dalam emas lantakan bersama itu akan juga tercatat 1 gram juga," tambah Riana.

Pegadaian berharap peningkatan literasi investasi dapat membuat masyarakat semakin memahami cara berinvestasi secara aman sekaligus mengenal emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads