Sekdaprov Jatim Adhy Karyono membeberkan dampak kerusakan yang terjadi di Gedung Negara Grahadi usai aksi demonstrasi berujung ricuh pada Jumat (27/6) malam.
Adhy menyebut, jumlah pagar besi di sisi Timur Gedung Negara Grahadi rusak dan hilang saat aksi kericuhan kemarin.
"Pasca-aksi unjuk rasa saya bersama Bapak Wagub Emil Dardak, Plt Kepala Dinas Pu Cipta Karya Pak Nyoman dan Kepala Biro Umum Pak Yanuar melakukan pengecekan langsung di lapangan terutama di area depan gedung Grahadi," kata Adhy kepada detikJatim, Sabtu (27/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat aksi massa cenderung anarkis telah merusak pagar sisi kanan baik dinding maupun rangka besi holo yang dipasang dalam rangka proses renovasi pasca kerusuhan tahun lalu," tambahnya.
Adhy menyayangkan perusakan yang dilakukan oknum demonstran semalam. Apalagi, Grahadi masih dalam tahap renovasi usai dirusak saat aksi kericuhan akhir Agustus 2025 lalu.
Apalagi, kata Adhy, merenovasi Gedung Grahadi bukan perkara gampang. Sebab, harus mempertimbangkan semua masukan tim cagar budaya, dan material yang digunakan tidak mudah didapatkan.
"Ini sangat disayangkan ya. Kita sedang proses menyelesaikan perbaikan Grahadi yang yang setahun lalu kena kebakaran juga, ini sudah terjadi lagi seperti ini, sangat disayangkan," jelasnya.
Adhy turut mengapresiasi aparat kepolisian yang bertindak tegas dan terukur untuk membubarkan oknum demonstran yang berbuat rusuh.
"Terima kasih bantuan keamanan sudah bisa menghalau semua tapi mohon ini tidak terjadi lagi. Kita paham situasi dan tentunya sudah dilarang (perusakan), tolong lah. Yang jelas tentu kalau ada perusakan bangunan negara seperti ini, ya kerugian bagi warga semua. Ini simbol kebanggaan Jawa Timur dirusak kembali," jelasnya.
"Ini sedang renovasi. Tapi ya kita kenapa terjadi lagi? Silakan menyampaikan aspirasi, tapi harus kita jaga bersama fasilitas umum," tandasnya.
