Pemerintah Kota Surabaya berencana menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman sejarah sekaligus menanamkan nilai perjuangan Presiden Pertama RI, Soekarno, kepada generasi muda.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penyebaran buku tersebut akan dilakukan secara masif dan diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemkot Surabaya.
"Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Dan saya juga meminta menugaskan kepada Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan, ada 1 sampai 2 jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP yang menceritakan tentang buku itu," kata Eri di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eri, buku tersebut diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami sejarah perjuangan Bung Karno sekaligus mewarisi semangat perjuangannya.
"Nanti buku akan kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti oleh seluruh sekolah SD dan SMP yang di bawah kewenangan kita (Pemkot Surabaya)," ujarnya.
Materi mengenai Bung Karno nantinya akan diperkuat melalui pelajaran sejarah maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
"Jadi kita akan tambahkan dalam ekstrakurikuler atau dalam pembelajaran sejarah. Kita akan ceritakan terkait dengan Soekarno, sehingga anak-anak sejak awal pemikirannya tidak dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang lain," tambahnya.
Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof Purnawan Basundoro menilai, generasi muda sebenarnya masih mengenal sosok Bung Karno karena selalu diajarkan dalam mata pelajaran sejarah. Namun, minat siswa terhadap pelajaran sejarah masih menjadi tantangan.
"Bagaimanapun juga kan sosok Bung Karno itu juga selalu diajarkan di dalam pelajaran sejarah. Cuma memang kadang-kadang anak-anak itu kan menganggap pelajaran sejarah itu tidak terlalu menarik," kata Prof Basundoro.
Menurutnya, buku tersebut relevan menjadi bacaan bagi pelajar di Surabaya karena secara khusus membahas hubungan Bung Karno dengan Kota Pahlawan. Ia mendukung rencana Pemkot Surabaya menjadikan buku itu sebagai bacaan wajib di sekolah.
"Buku ini nanti bisa menjadi bacaan wajib bagi anak-anak yang sekolah di Surabaya, yang tinggal di Surabaya, supaya mereka tahu bahwa Soekarno itu memang lahir di Surabaya," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno menilai buku tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno yang lahir di Surabaya.
"Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya," kata Puti.
Ia menjelaskan, penyusunan buku tersebut didasarkan pada riset akademis yang dilakukan dengan menelusuri berbagai sumber di dalam maupun luar negeri.
"Ini juga didasari atas riset, karena ini memang yang membuat salah satunya juga akademisi. Kemudian juga didasari atas riset yang tidak hanya di arsip-arsip atau perpustakaan atau museum di Indonesia tetapi juga di luar negeri, di Belanda," pungkasnya.
Sebagai informasi, buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta. Buku tersebut menghadirkan narasi mengenai Bung Karno melalui perspektif Surabaya sebagai kota kelahiran dan tempat awal perjalanan hidupnya.
