Cara Cek Desil Mudah Bisa Lewat HP

Cara Cek Desil Mudah Bisa Lewat HP

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 26 Jun 2026 14:30 WIB
Ilustrasi cek desil bansos 2026.
Ilustrasi cek desil bansos 2026. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Mulai 2026, penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Salah satu informasi yang kini banyak dicari masyarakat adalah status desil, karena menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bantuan.

Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu datang ke kantor pemerintah untuk mengetahui status tersebut. Cek desil dapat dilakukan secara online lewat HP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Lalu, bagaimana cara mengeceknya, apa arti desil, dan apakah semua desil rendah otomatis mendapat bansos?

Cara Cek Desil Lewat HP

Masyarakat dapat mengetahui status desil sekaligus mengecek apakah namanya tercatat sebagai penerima bantuan sosial melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Pengecekan dapat dilakukan melalui situs Cek Bansos maupun aplikasi Cek Bansos yang dapat diakses menggunakan ponsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Cara Cek Desil Lewat Situs Cek Bansos Kemensos

  • Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
  • Masukkan data wilayah mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
  • Setelah itu, masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode verifikasi yang muncul di layar.
  • Klik tombol "Cari Data".
  • Jika terdaftar, sistem akan menampilkan informasi penerima manfaat beserta status desil yang tercatat dalam basis data pemerintah.

2. Cara Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos

Selain melalui situs web, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Berikut cara cek desil penerima bansos melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.

ADVERTISEMENT
  • Login aplikasi Cek Bansos.
  • Setelah login, pilih menu "Cek Bansos".
  • Lalu, masukkan data wilayah dan nama lengkap.
  • Sistem akan menampilkan informasi, apakah seseorang terdaftar sebagai penerima bantuan serta posisi desilnya.

Apabila informasi desil yang muncul dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini, masyarakat dapat mengajukan usulan maupun sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos atau pemerintah daerah agar data dapat diverifikasi kembali pada proses pemutakhiran berikutnya.

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Mengacu "Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026" yang diterbitkan Tim Kantor Staf Presiden, desil digunakan untuk menentukan prioritas penerima program bantuan pemerintah.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut. Karena itu, masyarakat yang masuk desil bawah memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh bantuan sosial.

Setelah mengetahui status desil, banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengenai arti angka yang muncul. Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar penyusunan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Urutan Desil dari Desil 1 sampai Desil 10

Pemerintah membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan atau desil. Semakin kecil nomor desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut sehingga menjadi prioritas dalam berbagai program bantuan sosial.

Desil 1 (Sangat Miskin)

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah. Kelompok ini menjadi prioritas utama penerima berbagai program bantuan sosial karena memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Desil 2 (Miskin)

Kelompok ini berada pada lapisan 10-20 persen terbawah. Mereka masih sangat rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan umumnya tidak memiliki cadangan ekonomi yang memadai.

Desil 3 (Hampir Miskin)

Rumah tangga dalam kelompok ini belum tergolong miskin ekstrem, namun berisiko tinggi jatuh miskin ketika terjadi guncangan ekonomi, kehilangan pekerjaan, atau kenaikan harga kebutuhan pokok.

Desil 4 (Rentan Miskin)

Kelompok ini memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil, tetapi masih berpotensi mengalami kesulitan keuangan ketika menghadapi kondisi darurat seperti sakit berat atau bencana.

Desil 5 (Pas-pasan)

Desil 5 berada di batas antara kelompok rentan dan kelompok menengah. Umumnya memiliki penghasilan tetap, tetapi belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.

Desil 6 hingga Desil 10 (Menengah ke Atas)

Desil 6 ke atas termasuk kategori menengah ke atas. Kelompok ini dinilai memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik sehingga tidak menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah.

Mengapa Pemerintah Menggunakan Sistem Desil?

Pemerintah mulai menggunakan DTSEN sebagai basis utama penyaluran berbagai program bantuan sosial pada 2026. Basis data ini menggantikan DTKS yang selama bertahun-tahun digunakan untuk menentukan penerima bantuan.

Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan. Dengan DTSEN, pemerintah dapat melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih rinci sehingga bantuan diharapkan benar-benar diterima kelompok yang paling membutuhkan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat keadilan sosial dan memperluas perlindungan bagi kelompok rentan, mengalihkan PBI dari desil 8-10 ke desil 1-5 yang belum terlindungi. DTSEN juga akan terus dimutakhirkan agar semakin akurat dalam memotret kondisi kesejahteraan masyarakat.

Desil Berapa yang Berhak Mendapat Bansos 2026?

Meski desil menjadi dasar penentuan penerima bantuan, tidak semua masyarakat yang masuk kategori desil bawah otomatis memperoleh bansos. Pemerintah tetap mempertimbangkan kuota program dan hasil verifikasi data. Berikut kriteria penerima beberapa program bantuan sosial pada 2026.

1. Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH diprioritaskan untuk keluarga dalam desil 1 hingga desil 4. Kuota penerima mencapai sekitar 10 juta keluarga. Namun, tidak semua keluarga dalam kelompok tersebut otomatis menerima bantuan karena prioritas diberikan kepada desil yang paling rendah.

2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako

Program sembako menyasar masyarakat dalam desil 1 hingga desil 5. Jumlah penerima ditargetkan sekitar 18,2 juta keluarga dengan prioritas utama tetap pada kelompok masyarakat yang berada di desil terbawah.

3. Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)

Penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan diprioritaskan berasal dari desil 1 hingga desil 5. Kuota penerima mencapai sekitar 96,8 juta jiwa, tetapi tetap dilakukan seleksi berdasarkan data kesejahteraan terbaru dalam DTSEN.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads