Minimnya kapal yang beroperasi di pelabuhan Tanjungwangi diduga menjadi salah satu pemicu kemacetan yang terjadi berhari hari di jalur Situbondo - Banyuwangi menuju ke pelabuhan ketapang. Kapal yang biasanya beroperasi sebanyak 3 unit, selama sepekan terakhir tersisa dua unit bahkan sempat hanya 1 unit kapal yang beroperasi.
Branch Manager (BM) PT. Pelindo Multi Terminal Tanjung Wangi Eko Budyasmoro menegaskan, saat ini operasional kapal hanya ada dua dengan kapasitas masing-masing antara 180 - 200 kendaraan, namun pada 29 Juni mendatang kapal yang tengah docking akan kembali beroperasi. Meski demikian, Ebe sapaan akrab Eko tidak menampik adanya kemungkinan situasi tersebut menjadi salah satu pemicu kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya dengan dengan kapasitas backup area lini 1 ada 180 unit di luar 70-80 unit dengan kapasitas itu, kondisi kapal kalau sudah tiga bisa langsung smooth, cuma memang kemudian ketika ada peralihan kendaraan dari lini 2 ke lini 1 agak crossing dan bisa jadi ini jadi padat," ungkap Eko menjelaskan, Kamis (25/6/2026).
Eko menyebut, untuk melayani pengguna jasa di Pelabuhan Tanjungwangi hanya ada 1 pelayaran yang beroperasi untuk rute Tanjungwangi - Gilimas. Status dermaga yang berada di bawah operasional Pelindo sebagai dermaga umum juga menjadi ganjalan bagi investor untuk mengoperasikan kapal di pelabuhan tersebut.
"Ya memang, kemudian status ini jadi pertimbangan bagi pelayaran lain tidak masuk di Tanjungwangi karena pelabuhan kita tidak dedicated untuk roro karena posisi statusnya pelabuhan umum. Mereka yang dijual ketepatan waktu sehingga kalau harus bergantian dengan kargo harus berfikir ulang untuk mengoperasikan kapalnya disini," jelasnya lebih lanjut.
Kembali beroperasinya 1 unit kapal kembali yang menambah jumlah kapal beroperasi menjadi 3 unit diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan yang sudah terjadi selama 4 hari. Eko juga menegaskan, minimnya operasional kapal di pelabuhan Tanjungwangi bukan satu-satunya penyebab kemacetan saat ini.
(auh/abq)
