Massa Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur, Tuntut Hal Ini

Massa Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur, Tuntut Hal Ini

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 18:35 WIB
PKC PMII Jawa Timur menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim
PKC PMII Jatim gelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan massa dari PKC PMII Jawa Timur menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim. Massa menuntut program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Massa PMII melakukan aksi sejak pukul 14.15 WIB. Satu persatu kader PMII Jatim menyampaikan orasi. Mereka bahkan sempat ditemui oleh perwakilan Pemprov Jatim.

Aksi demonstrasi ini sempat memanas karena massa PMII Jatim meminta perwakilan Pemprov Jatim yang hadir seharusnya minimal Pejabat Eselon II atau kepala dinas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa sempat memblokade jalan dan membakar sampah di tengah jalan. Akibatnya akses Jalan Pahlawan Surabaya ditutup.

ADVERTISEMENT

Sekretaris PKC PMII Jatim Abdul Razak menyebut aksi ini menjadi awalan untuk aksi-aksi berikutnya.

"Ada sekitar 500 massa dari PMII Jatim. Teman-teman sangat kecewa ada kemungkinan kami akan turun kembali," kata Razak, Rabu (24/6/2026).

Razak membeberkan PMII Jatim meminta program MBG dan Kopdes Merah Putih dihentikan total. Selain itu, ia ingin batalyon tidak ikut campur dalam urusan pertanian.

"Tuntutannya kami menolak program MBG dan Kopdes Merah Putih. Kami menolak, dan meminta ditutup total. Kami menolak pembangunan di lahan pertanian produktif di Jawa Timur melibatkan batalyon," jelasnya.

"Kami juga saat ini melihat rusaknya lingkungan akibat pertambangan di Jawa Timur. Kami minta elemen bersangkutan untuk mencabut tambang yang merusak lingkungan," tambahnya.

Razak juga menyebut massa aksi melakukan blokade di Jalan Pahlawan akibat perwakilan Pemprov Jatim tidak kompeten di bidangnya.

"Kami blokade jalan karena yang menemui kami tidak sesuai harapan kami. Kami minta kepala dinas yang punya otoritas di dalam tuntutan, setidaknya bisa mewakili tuntutan kami," tandasnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, massa aksi membubarkan diri sembari melontarkan kekecewaan mereka dengan berteriak dan membunyikan klakson motor serta knalpot.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads