Segini Biaya Karnaval Sound Horeg yang Speakernya Timpa Ibu-Balita

Segini Biaya Karnaval Sound Horeg yang Speakernya Timpa Ibu-Balita

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 22:30 WIB
Kirab budaya Pakis Wetan Carnival yang menimpa ibu dan balitanya di Mojokerto
Kirab budaya Pakis Wetan Carnival yang menimpa ibu dan balitanya di Mojokerto (Foto: Dok. Istimewa)
Mojokerto` -

Kirab budaya Pakis Wetan Carnival diiringi 9 grup sound horeg di Mojokerto diperkirakan menelan biaya Rp 200 juta. Karnaval ini viral karena diwarnai kecelakaan ibu dan anak balita tertimpa speaker middle sound horeg.

Kepala Dusun Pakis Wetan, Kartono menjelaskan, biaya Pakis Wetan Carnival berasal dari iuran warganya secara bertahap. Menurutnya, warga Dusun Pakis Wetan, Desa Pakis, Trowulan, Mojokerto kompak dan semangat menggelar kirab budaya tersebut.

"Yang lebih tahu pihak panitia, tapi kata anggota panitia kalau totalnya semua kurang lebih ada Rp 200 juta. Karena satu sound, sewanya ada yang Rp 22 juta, Rp 18 juta, sound saja," jelasnya kepada detikJatim, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakis Wetan Carnival menampilkan kirab budaya dari perwakilan 9 Rukun Tetangga (RT) pada Minggu (21/6) sekitar pukul 13.00-19.00 WIB. Karnaval untuk memperingati Haul Akbar Mbah Ambarsari ini juga diiringi pawai 9 grup sound horeg. Sehingga ditonton ribuan warga.

ADVERTISEMENT

"Acara rutin setiap tahun, sejak sekitar tahun 2002, tapi baru kali ini kirab budaya pakai sound horeg. Saya pribadi tidak suka (sound horeg), tapi keinginan anak-anak muda, kami orang tua manut saja," ungkap Kartono.

Karnaval dimulai dari Dusun Kepiting, Desa Temon menuju Lapangan Pakis. Kartono menyebut, Pakis Wetan Carnival sudah mengantongi izin keramaian, baik dari Polsek Trowulan maupun dari Polres Mojokerto.

Sebagai kepala dusun, Kartono mengaku sudah mengingatkan panitia Pakis Wetan Carnival agar tidak menggunakan sound horeg. Selain tidak cocok dengan tujuan acar, yakni Haul Akbar Mbah Ambarsari, ia juga khawatir berdampak negatif. Ambarsari merupakan tokoh yang membabat hutan menjadi Dusun Pakis Wetan.

"Ketika rapat saya sudah mengingatkan sebetulnya sound horeg tidak cocok untuk Haul Mbah Ambarsari. Tapi saya orang tua, mengikuti zaman sekarang. Iya sudah (mengingatkan)," ujarnya.

Ketua Panitia Pakis Wetan Carnival, Inul menyebut middle sound horeg yang menimpa 2 penonton, terjatuh karena tersangkut kabel wifi. Oleh sebab itu, pihaknya memilih koordinasi dengan para provider wifi agar melakukan perbaikan.

"Sudah saya informasikan ke provider wifi, insyaallah siap membenahi," terangnya.

Kapolsek Trowulan Kompol Suwiji mengimbau panitia pawai sound horeg agar lebih berhati-hati ke depan. "Kami imbau panitia lebih berhati-hati, namanya musibah tidak ada yang tahu," tandasnya.

Pakis Wetan Carnival ditonton ribuan orang karena diiringi 9 grup sound horeg. Karnaval ini untuk memeringati Haul Akbar Mbah Ambarsari sekaligus Suroan Agung. Tradisi ini digelar rutin setiap tahun oleh warga Dusun Pakis Wetan, Desa Pakis, Trowulan, Mojokerto. Namun, baru tahun ini menyertakan pawai sound horeg.

Pakis Wetan Carnival viral karena diwarnai kecelakaan penonton tertimpa kotak speaker middle pada Minggu (21/6) setelah magrib. Yaitu Chelsea Amelia Putri (19) dan anak balitanya inisial AAP (3), warga Desa Tawar, Gondang, Mojokerto. Saat itu, kirab budaya dan pawai sound horeg sedang berlangsung.

Akibatnya, balita AAP harus menjalani operasi pada jari kelingking kaki kanannya. Sedangkan Chelsea terluka di kening akibat kejatuhan speaker middle dari ketinggian sekitar 4,5 meter. Saat itu, mereka duduk di pinggir jalan menyaksikan pakai sound horeg.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads