Mitos Kediri Angker bagi Presiden, Benarkah Bisa Bikin Lengser?

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 11:15 WIB
Budayawan Kediri Imam Mubarok saat membeberkan Kediri Wingit untuk Presiden (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Mitos bahwa Kediri merupakan daerah "wingit" atau angker bagi presiden kembali menjadi perbincangan publik. Kepercayaan yang berkembang selama puluhan tahun itu menyebut, siapa pun presiden yang berkunjung ke Kediri akan lengser dari jabatannya.

Benarkah Kediri menjadi daerah yang berbahaya bagi presiden? Berikut sejumlah catatan sejarah yang dirangkum detikJatim:

Awal Mula Mitos Kediri Wingit

Mitos Kediri angker bagi presiden kerap dikaitkan dengan kutukan Kartikea Singha, suami Ratu Shima. Kepercayaan ini juga berkembang dari pengalaman sejarah politik sejumlah presiden yang pernah berkunjung ke Kediri dan kemudian tidak menyelesaikan masa jabatannya secara normal.

Tanah Kediri yang merupakan bekas pusat Kerajaan Daha dan erat dengan kisah Raja Jayabaya turut memperkuat nuansa mistis yang melekat di wilayah tersebut. Namun, tidak ada hubungan langsung antara legenda kerajaan dengan mitos tentang presiden.

Mitos tersebut berkembang dengan keyakinan bahwa kepala negara yang datang ke Kediri akan mengalami "lengser keprabon". Bagi sebagian masyarakat, hal itu merupakan kepercayaan turun-temurun yang diyakini, sementara sebagian lain menganggapnya sekadar cerita rakyat.

Gus Dur dan Awal Kuatnya Mitos

Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi sosok yang paling sering dikaitkan dengan mitos tersebut.

Saat masih menjabat presiden, Gus Dur diketahui menghadiri pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama di Lirboyo, Kediri, pada 21 November 1999. Dua tahun kemudian, Gus Dur diberhentikan dari jabatannya sebelum masa kepresidenannya berakhir.

Peristiwa itu kemudian dianggap sebagian masyarakat sebagai pembenaran atas mitos Kediri wingit bagi presiden.

Nama Habibie Ikut Dikaitkan

Presiden ketiga RI BJ Habibie juga kerap disebut dalam cerita yang berkembang di masyarakat. Habibie dikabarkan pernah mengunjungi Kediri sebelum masa pemerintahannya berakhir.

Namun, situasi politik Habibie berbeda dengan Gus Dur. Masa jabatannya berakhir setelah Sidang Umum MPR dan ia tidak melanjutkan pencalonan pada Pemilu 1999.

Karena itu, sebagian kalangan menilai Habibie tidak dapat dikategorikan "lengser" akibat mitos tersebut.

Presiden pertama RI Soekarno juga diketahui pernah datang ke Kediri sekitar tahun 1948 hingga 1950. Bahkan, Bung Karno sempat tinggal di Kediri saat masa kecilnya.

Di sisi lain, Presiden Soeharto disebut tidak pernah mengunjungi Kediri selama menjabat. Namun, Soeharto tetap mengakhiri kekuasaannya setelah lengser pada 1998.




(ihc/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork