Pleno Munas-Konbes NU Diwarnai Cekcok Saat Bahas Lokasi Muktamar

Pleno Munas-Konbes NU Diwarnai Cekcok Saat Bahas Lokasi Muktamar

Andhika Dwi - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 07:15 WIB
Sidang Pleno Munas Konbes NU diwarnai adu mulut saat bahas penetapan lokasi Muktamar
Sidang Pleno Munas Konbes NU diwarnai adu mulut saat bahas penetapan lokasi Muktamar (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Sidang Pleno III Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sempat memanas dan cekcok.

Akibat insiden itu, pihak keamanan turun tangan mengamankan beberapa peserta saat membahas lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 pada Senin (22/6/2026) siang. Aksi saling tunjuk dan adu mulut pun sempat terjadi di hadapan para kiai sepuh.

Ketegangan muncul ketika forum membahas rekomendasi Komisi Organisasi yang memuat lima daerah calon tuan rumah Muktamar, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah peserta mengajukan interupsi setelah dalam pembahasan sempat muncul penyebutan Jawa Timur sebagai lokasi Muktamar. Mereka meminta agar penetapan lokasi tidak dilakukan dalam sidang tersebut sebelum melalui pembahasan dan verifikasi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

Perdebatan membuat jalannya sidang sempat terhenti beberapa saat. Namun situasi kembali kondusif setelah pimpinan sidang memberikan penjelasan kepada peserta.

Sidang pleno dipimpin Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori didampingi Katib Syuriyah PBNU KH Asrorun Ni'am serta Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026 KH Mohammad Nuh. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga terlihat memberikan pandangan agar forum tidak terburu-buru menetapkan lokasi Muktamar.

Setelah melalui musyawarah, forum akhirnya tidak menetapkan satu daerah sebagai tuan rumah. Sebagai jalan tengah, peserta pleno menyepakati pembentukan tim khusus untuk melakukan peninjauan dan verifikasi terhadap seluruh daerah pengusul sebelum keputusan final diambil.

Menanggapi dinamika yang terjadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan hal yang wajar dalam forum besar yang diikuti banyak peserta.

Bahkan dalam video yang viral di sejumlah media sosial, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar langsung turun dan berada di kerumumnan peserta dan pihak keamanan internal untuk mendinginkan dan menenangkan suasana yang panas.

"Sebetulnya tidak ada apa-apa, normal saja. Hanya mungkin ada salah paham terkait masalah atau keputusan-keputusan. Tapi sebetulnya ketika sudah dijelaskan, semuanya baik-baik saja," ujar Gus Kautsar, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, seluruh rangkaian Munas-Konbes tetap berjalan lancar berkat kedewasaan para peserta dalam menyikapi perbedaan pandangan yang muncul selama persidangan.

"Alhamdulillah atas bantuan semuanya, semuanya berjalan aktif. Kita lihat para peserta juga memiliki kesadaran yang luar biasa," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Munas-Konbes di Ploso.

"Kami sebagai tuan rumah mengapresiasi semuanya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf atas semua kekurangan yang ada," pungkasnya.

Simak juga Video 'Prabowo di Harlah NU: Tak Ada Bangsa Maju Kalau Pemimpinnya Tidak Rukun':

(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads