Gus Yahya Beberkan Capaian PBNU dari Kaderisasi hingga Konsesi Tambang

Gus Yahya Beberkan Capaian PBNU dari Kaderisasi hingga Konsesi Tambang

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 22 Jun 2026 19:20 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memaparkan sejumlah capaian organisasi selama hampir satu periode kepemimpinannya. Ia menyebut berhasil melakukan reformasi tata kelola, kaderisasi berjenjang, transformasi digital, penguatan ekonomi hingga peran global NU.

Laporan itu disampaikan dalam Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Minggu (21/6/2026) kemarin

"Karena ini Munas dan Konbes terakhir sebelum Muktamar ke-35, maka saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mencicil laporan karena sudah sekian lama kita melaksanakan tugas hampir penuh satu periode," kata Gus Yahya, Senin (22/6/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Yahya menyebut salah satu capaian utama PBNU adalah penataan tata kelola organisasi melalui penyempurnaan AD/ART, penyusunan berbagai regulasi internal, serta pengembangan platform digital yang kini telah digunakan hingga tingkat PCNU.

ADVERTISEMENT

Di bidang kaderisasi, PBNU telah menggelar lebih dari 1.000 angkatan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) dengan lebih dari 130 ribu lulusan. Sementara Pendidikan Menengah Kader NU (PMKNU) telah meluluskan lebih dari 3.000 kader.

"Meritokrasi itu berarti setiap jenjang kepemimpinan diukur dengan kapasitas orang-orang yang menduduki jenjang tersebut," ujarnya.

Dalam sektor ekonomi, PBNU mulai mengurangi ketergantungan pada donasi dengan mengembangkan berbagai unit usaha, termasuk pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, serta pengelolaan konsesi tambang.

"Kita sekarang sudah dapat konsesi tambang dan sudah berjalan cukup baik. Mudah-mudahan pemimpin NU berikutnya bisa menikmati hasilnya dengan tata kelola yang jelas," ungkapnya.

Gus Yahya juga menyoroti program transformasi pesantren yang menjadi agenda strategis PBNU. Menurutnya, penguatan tata kelola dan standar mutu pesantren penting dilakukan di tengah maraknya kasus kekerasan yang berdampak pada citra lembaga pendidikan pesantren.

Selain itu, PBNU memperluas dakwah digital melalui pelatihan konten dan literasi digital bagi para dai serta ulama. Di bidang kebangsaan, PBNU menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik, namun tetap mendukung program pemerintah yang dinilai membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Pada level internasional, PBNU aktif menginisiasi forum-forum global dan mendorong diplomasi perdamaian dunia. Menutup laporannya, Gus Yahya meminta doa dan dukungan warga NU menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan saat ini.

"Saya mohon doa restu dan mohon maaf apabila selama khidmat ini ada banyak kekurangan. Mudah-mudahan yang akan datang bisa melakukan lebih baik," tuturnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads