Munas-Konbes 2026: NU Harus Fokus pada SDM dan Ekonomi Umat

Munas-Konbes 2026: NU Harus Fokus pada SDM dan Ekonomi Umat

Andhika Dwi - detikJatim
Minggu, 21 Jun 2026 15:00 WIB
Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri hari kedua.
Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri hari kedua. (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Forum ini menggarisbawahi peta jalan penting bagi organisasi.

Melalui Sidang Pleno II yang mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa", NU didorong untuk mengambil langkah nyata dalam mengawal peradaban nasional.

Sidang pleno strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta jajaran kiai, ulama, dan pengurus wilayah dari berbagai penjuru tanah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan forum tertinggi setelah Muktamar ini, Wakil Rais 'Aam PBNU KH Anwar Iskandar (Gus War) menyampaikan instruksi tegas mengenai arah gerak organisasi. Setidaknya, ada tiga agenda besar yang wajib dieksekusi oleh segenap elemen NU ke depan.

1. Masuk ke Sektor Riil Kebutuhan Masyarakat

Gus War menegaskan bahwa NU tidak boleh berjarak dari realitas sosial. Organisasi wajib memperluas penetrasi dan intervensi langsung pada sektor-sektor mendasar yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

ADVERTISEMENT

"NU harus hadir di tengah kehidupan masyarakat. NU lahir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, dakwah, kesehatan, ekonomi dan berbagai bidang lainnya yang membawa kemaslahatan," tegas KH Anwar Iskandar dalam sambutannya, Minggu (21/6/2026).

2. Fokus pada Pembangunan Manusia, Bukan Cuma Fisik

Pesan krusial berikutnya adalah penataan orientasi program kerja. NU harus menaruh perhatian penuh pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kemajuan bangsa tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan pada kapasitas intelektual dan kemuliaan akhlak warganya.

"Melalui ilmu dan akal yang berkembang dalam pendidikan, kesehatan maupun ekonomi, NU harus ikut membangun peradaban yang lebih baik bagi bangsa Indonesia," ungkapnya.

3. Menjadi Jangkar Perdamaian dan Perekat Sosial

Menghadapi dinamika kebangsaan yang kompleks, NU dituntut untuk memainkan peran sebagai peredam konflik sosial. Kerja-kerja keorganisasian harus mampu merajut kembali simpul-simpul persaudaraan yang rentan merenggang di tengah masyarakat.

"Yang harus kita bangun adalah kehidupan yang damai, rukun, guyub dan bersatu. NU harus terus menjadi kekuatan yang menjaga persaudaraan dan menghadirkan kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Gus War.

Melalui arah kebijakan tersebut, forum Munas-Konbes NU 2026 diharapkan dapat menelurkan rekomendasi dan keputusan organisasi yang lebih taktis, transformatif, serta berdampak langsung bagi kemaslahatan umat.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads