Warga Pasuruan mengeluhkan pemadaman listrik bergilir sejak dua pekan terakhir. Pemadaman berlangsung selama tiga jam ini mengganggu aktivitas dan pekerjaan warga.
Ahmad Romadoni, warga Keluarga Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mengatakan pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan. Sehingga beberapa aktivitas yang membutuhkan listrik terbengkalai karena tak ada persiapan.
"Tidak ada pemberitahuan. Tadi pagi padam mulai pukul 06.00. Nggak bisa masak," kata Doni, panggilannya, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doni mengaku harus keluar wilayah kelurahannya mencari lokasi untuk cas handphone. "Pagi-pagi sudah padam, akhirnya ke warung sekalian ngecas handphone," terangnya.
Pengusaha mebel di Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Ahmad mengaku tidak menerima pemberitahuan pemadaman listrik. Pemadaman listrik yang tiba-tiba berimbas merugikan pekejaan para tukang kayu yang menggunakan mesin.
"Nggak papa mati lampu asalkan ada woro-woro dulu jadi kami bisa perkirakan kapan mengerjakan garapan. Biasanya mesin untuk gosok dan pasrahan kayu. Kalau tiba-tiba mati listrik jelas merugikan kami. Apalagi kondisi ekonomi sekarang seperti ini," terangnya.
Taufik, warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, mengaku menerima pemberitahuan dari sejumlah grup WhatsApp saat pemadaman. Namun durasi pemadaman 3 jam tetap mengganggu aktivitas.
"Lama, pemadamannya 3 jam," ungkapnya.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Pasuruan, M Rizal Fauzi, mengatakan pemadaman bergilir memang dilakukan merata di Jawa.
"Karena kekurangan pasokan listrik dari pembangkit, merata se-Jawa," jelasnya.
(auh/hil)
