Gunung Semeru kembali mengalami erupsi besar disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 4.500 meter atau 4,5 kilometer. Saat ini, status gunung tertinggi di Jawa itu berada di Level III atau siaga.
Status siaga ini mengindikasikan terdapat potensi aktivitas gunung meningkat, sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pendaki. Karena hal ini, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Himbauan kami masyarakat Tidak melakukan aktifitas di radius 13 kilometer dari puncak," ujar Petugas Pos pengamatan gunung Semeru Mukdas Sofian kepada detikjatim Jum'at (19/6/2026).
Selain itu, Masyarakat agar Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan
"Selain itu masyarakat potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru " pungkas Sofian.
Berikut Rekomendasi yang dikelurkan Pos Pengamatan Gunung Semeru:
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
