Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6/2026), mendapat perhatian khusus dari kepolisian. Selain menyiapkan pengamanan jalannya aksi, polisi juga menempatkan puluhan personel untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Surabaya.
Kawasan Darmo, Basuki Rahmat hingga Jalan Gubernur Suryo menjadi titik fokus pengamanan. Meski demikian, kepolisian masih melihat perkembangan situasi di lapangan sebelum memutuskan pemberlakuan pengalihan maupun rekayasa arus lalu lintas.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Bayu Galih Raditya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Jalan Darmo, Basuki Rahmat hingga sekitar Grahadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita persiapkan (personel untuk pengamanan arus lalin), seputaran Darmo, Basra (Basuki Rahmat), dan Grahadi," kata Galih saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (17/6/2026).
Galih menjelaskan, sebanyak 75 personel Satlantas Polrestabes Surabaya diterjunkan untuk mengamankan dan mengatur arus lalu lintas selama aksi berlangsung. Personel tersebut diprioritaskan bertugas di jalur tengah Kota Surabaya yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi pergerakan massa maupun pengguna jalan.
"Lantas saja 75 personel, titiknya di jalur tengah (Darmo, Basuki Rahmat, dan Gubernur Suryo)," ujarnya.
Terkait kemungkinan pengalihan maupun rekayasa arus lalu lintas, Galih menyebut belum ada keputusan yang ditetapkan. Menurutnya, langkah tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan saat aksi berlangsung.
"(Pengalihan dan rekayasa arus lalin) situasional besok, lihat situasi," tutup eks Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim itu.
(pfr/hil)
