Manipulasi Titik Lokasi SPMB di Kota Batu Bisa Berujung Gugur

Manipulasi Titik Lokasi SPMB di Kota Batu Bisa Berujung Gugur

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 09 Jun 2026 18:00 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Batu -

Dinas Pendidikan Kota Batu menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah mengantisipasi adanya praktik manipulasi titik lokasi atau koordinat rumah pada jalur domisili (zonasi).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Alfi Nurhidayat menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika menemukan adanya kecurangan tersebut. Sanksi berat telah disiapkan bagi pendaftar yang terbukti memanipulasi data pendaftaran utamanya titik lokasi saat jalur domisili.

"Ketika itu sampai ketahuan ada manipulasi, kita pastikan dia akan kita gugurkan. Bahkan kalau perlu ada sanksi yang anak ini tidak bisa diterima di sekolah se-Kota Batu. Biar ini menjadi efek jera juga," kata Alfi saat ditemui di sela-sela peninjauan SPMB di SMP Negeri 1 Kota Batu pada Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfi menjelaskan, pelaksanaan SPMB saat ini sedang merampungkan tahapan jalur prestasi. Setelah jalur prestasi selesai, Dispendik Kota Batu baru akan membuka pendaftaran untuk jalur domisili pada pekan depan.

Untuk meminimalkan celah kecurangan pada jalur domisili, sistem pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring (online) dengan memanfaatkan teknologi berbasis satelit guna mengukur jarak dari rumah calon peserta didik ke sekolah tujuan.

ADVERTISEMENT

"Sistem online itu kan selalu meninggalkan track and trace, jejak dan bekas, dan bisa dipantau oleh semua orang. Hari ini kan kita juga hidup di era 4.0, artinya kita enggak ngukur lagi dengan meteran jaraknya itu, tapi dengan satelit. Nah, itu nanti semua akan bisa kelihatan," jelasnya.

Meski teknologi yang digunakan sudah mutakhir, Alfi mengakui potensi upaya manipulasi tetap ada. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk media massa, untuk ikut mengawal dan mengawasi jalannya proses seleksi secara ketat.

"Kita kan sangat terbuka sekali nih. Teman-teman media ini bisa untuk melakukan monitoring bareng-bareng. Kalau ada kejanggalan-kejanggalan, silakan laporkan ke kita," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa sistem SPMB tahun ini dirancang sebaik mungkin dengan melibatkan berbagai pihak yang kompeten serta pengawas eksternal. Jika ditemukan indikasi manipulasi jarak, Dispendik akan langsung melakukan tindakan terukur di lapangan.

Melalui pengawasan berlapis dan pemanfaatan teknologi satelit ini, Dispendik Kota Batu berharap SPMB 2026 dapat berjalan dengan transparan, setara, dan berkeadilan bagi seluruh calon siswa di Kota Batu. Ditambahkan pula oleh Alfi, posko pengaduan dan hotline khusus telah disediakan, baik di setiap sekolah negeri maupun langsung di kantor Dinas Pendidikan Kota Batu, guna menampung laporan dari masyarakat selama proses seleksi berlangsung.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads