Kernet di Pasuruan Tewas dengan Luka Sayatan Leher Ternyata Bunuh Diri

Kernet di Pasuruan Tewas dengan Luka Sayatan Leher Ternyata Bunuh Diri

Muhajir Arifin - detikJatim
Selasa, 09 Jun 2026 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Pasuruan -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Teka-teki kematian kernet sekaligus sales berinisial AAW (35) di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terungkap. Polisi memastikan korban tewas dengan kondisi leher tersayat pisau karena bunuh diri.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, dipastikan bunuh diri," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah kepada detikJatim, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar rumahnya, Selasa (2/6/2026) sore. Korban ditemukan dalam keadaan leher terluka sayatan benda tajam. Korban ditemukan oleh ayah dan adiknya.

ADVERTISEMENT

Polisi menemukan sebilah pisau dapur, dua kaleng minuman susu dan kain yang terkena bercak darah di TKP di dekat jasad duda tersebut.

Temuan itu diamankan jadi barang bukti. Jenasah kemudian diautopsi di RS Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo.

Berdasarkan penelusuran detikJatim, beberapa warga menyebut sebelum ditemukan tewas korban beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Salah satunya dengan cara menjatuhkan diri dari atap rumah.

Sebelumnya, AAW(35), ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar rumahnya, Selasa (2/6/2026) sore. Korban ditemukan dalam keadaan leher terluka sayatan benda tajam. Korban ditemukan oleh ayah dan adiknya.

Polisi menemukan sebilah pisau dapur, dua kaleng minuman susu dan kain yang terkena bercak darah di TKP di dekat jasad duda tersebut. Temuan itu diamankan jadi barang bukti. Jenasah saat ini diotopsi di RS Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo.

"Pernah juga bermaksud membeli racun tikus ke toko tetangga namun tidak dilayani," kata warga yang menolak namanya disebutkan.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads