Asal Balon Udara Meledak-Rusak SMAN 1 Badegan Ponorogo Masih Misterius

Asal Balon Udara Meledak-Rusak SMAN 1 Badegan Ponorogo Masih Misterius

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 07 Jun 2026 13:32 WIB
Kaca jendela kelas SMAN 1 Badegan pecah akibat ledakan petasan balon udara
Kaca jendela kelas SMAN 1 Badegan pecah akibat ledakan petasan balon udara (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Polisi mengungkap kronologi dentuman keras yang merusak sejumlah fasilitas di SMAN 1 Badegan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Minggu (7/6/2026) pagi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, suara ledakan diduga berasal dari petasan yang dibawa balon udara.

Kanit Reskrim Polsek Jambon, Aiptu Marsidi Condro Yuwono, mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga mengenai suara ledakan yang terdengar sekitar pukul 06.30 WIB.

"Belum diketahui balon udara itu berasal dari mana. Informasi yang kami terima dari warga, ledakan terjadi satu kali sekitar pukul 06.30 WIB mendekati jam tujuh pagi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menerima laporan itu, polisi bersama aparat terkait mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menduga ledakan berasal dari petasan yang dibawa balon udara.

"Untuk sementara dugaan kami petasan dari balon udara, karena di lokasi tidak ditemukan serpihan benda lain," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Marsidi, suara ledakan diduga cukup kuat hingga menimbulkan getaran yang berdampak pada bangunan sekolah.

"Mungkin ledakannya cukup keras karena efeknya sampai membuat kaca jendela pecah dan plafon rusak," jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Polisi mencatat dua kaca jendela pecah dan plafon toilet mengalami kerusakan akibat dampak ledakan.

"Dari dampak ledakan itu, ada dua kaca jendela yang pecah dan plafon toilet yang rusak," kata Marsidi.

Sementara itu, pihak SMAN 1 Badegan juga mendapati kerusakan pada ruang kelas XI-5 dan XII-10. Selain kaca jendela yang pecah, bagian atap dan beberapa genteng di salah satu ruang kelas turut mengalami kerusakan.

Wakil Kepala Humas SMAN 1 Badegan, Priandana Widatmo Putro, mengatakan pihak sekolah mengetahui adanya kerusakan setelah menerima informasi mengenai dentuman keras yang terdengar di sekitar sekolah.

"Yang mengalami kerusakan itu jendela kelas XI-5 dan XII-10. Kaca jendelanya pecah. Kemudian di kelas XII-10 ada bagian atap yang terdampak dan beberapa genteng pecah," kata Priandana.

Priandana mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut karena baru tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

"Saya datang ke sekolah sekitar jam tujuh kurang, jadi tidak melihat langsung. Informasinya ada dentuman, lalu setelah itu diketahui ada kerusakan," ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan kemungkinan terjadi akibat efek getaran dari ledakan yang terdengar di sekitar sekolah.

"Mungkin karena efek getaran. Kalau memang ledakannya terjadi tepat di situ, tentu kerusakannya bisa lebih parah. Di lokasi juga tidak ditemukan sisa-sisa kertas atau material lain," ujarnya.

Meski tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah segera melakukan penanganan karena lokasi kerusakan berada di jalur yang sering dilalui siswa menuju kantin dan toilet.

"Kalau untuk kegiatan belajar mengajar tidak terlalu mengganggu. Tetapi karena ada bagian atap yang jatuh, itu berpotensi membahayakan saat jam istirahat. Jalur tersebut merupakan akses siswa menuju kantin dan toilet, sehingga harus segera diperbaiki," jelasnya.

Terkait besaran kerugian akibat kejadian tersebut, pihak sekolah masih melakukan pendataan.

"Untuk nilai kerugian dari sarana dan prasarana, saat ini belum bisa kami sampaikan," tambah Priandana.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads