Ribuan jemaah haji tiba di Kota Malang. Mereka terbagi menjadi 6 kelompok penerbangan (kloter). Para jemaah itu tiba di Lapangan Ki Angmor, Kota Malang.
Prosesi kedatangan para jemaah haji ini diawali kloter 4 pada Selasa (2/6) lalu diakhiri dengan tibanya empat kloter pamungkas Kamis (4/6/2026).
Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Ari Yulianto, merinci jadwal kedatangan para tamu Allah itu. Pada kloter 4, ada 13 jamaah yang mendarat lebih awal pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00. Menyusul kemudian kloter 10 yang membawa 43 jamaah pada Rabu (3/6/2026) siang sekitar pukul 10.25 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, puncak kedatangan terjadi pada Kamis (4/6/2026). Lapangan Ki Angmor tampak dipadati oleh keluarga penjemput seiring tibanya kloter 11 dengan 375 jamaah, kloter 12 dengan 374 jamaah, kloter 14 dengan 17 jamaah, serta sisa rombongan kloter 14 lainnya sebanyak 2 jamaah.
Rombongan ini tiba bertahap mulai pukul 12.30 WIB, sementara untuk kloter 13 dan 14 tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Total ada 1.198 jemaah haji asal Kota Malang yang kembali dari Tanah Suci.
Ada sedikit pergeseran jadwal untuk salah satu rombongan besar akibat kendala penerbangan. Ari Yulianto menjelaskan bahwa khusus untuk kloter 13 yang berisi 374 jamaah, mereka mengalami keterlambatan dari jadwal semula.
"Karena delay kedatangan kloter 13 jadi terlambat," ungkap Ari kepada wartawan, Kamis sore.
Begitu menginjakkan kaki di lapangan Ki Angmor, para jemaah langsung diarahkan untuk mengambil logistik mereka. Ari menambahkan bahwa kebijakan operasional haji tahun 2026 memang mengedepankan efisiensi waktu demi kenyamanan jemaah yang sudah kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
"Jadi tidak ada seremoni yang lama. Koper juga harus diambil pada hari yang sama," imbuh Ari.
Mengenai kondisi kesehatan, Ari bersyukur karena mayoritas jamaah kembali dalam keadaan sehat walafiat. Kendati demikian, ada dua jemaah haji asal Kota Malang yang berpulang saat berada di Tanah Suci.
Kedua jemaah itu atas nama Fajar Puja Sasmita dan Fatkhurohman dilaporkan meninggal di Makkah karena sakit. Kini jenazah keduanya telah dimakamkan di sana.
Di antara ribuan jemaah yang kembali, sosok Haidar Fattah Rizqy Santoso menarik perhatian. Remaja berusia 16 tahun ini tercatat sebagai jamaah Haji termuda dari Kota Malang untuk musim keberangkatan 2026.
Haidar terbang ke Baitullah mendampingi ibunya, May Syaroh Buchori guna menggantikan porsi sang ayah, almarhum Dwi Santoso, yang wafat pada 2025 lalu. Bagi Haidar, perjalanan spiritual ini memberikan banyak pelajaran hidup yang mendalam, terutama saat menjalani fase krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Pemuda ini mengaku diuji kesabarannya ketika harus mengantre toilet bersama jutaan jamaah lain, saat melempar jumroh, hingga ketika harus bertahan di dalam tenda Mina dengan fasilitas yang serba terbatas. Momen yang paling menggetarkan hatinya adalah saat ia bisa menuntaskan amanah untuk orang tuanya.
"Alhamdulillah saya bisa menunaikan ibadah Haji. Selama di sana saya banyak mendapat pelajaran, terutama ketika puncak Haji di Armuzna," ungkap Haidar dengan penuh rasa syukur.
(auh/dpe)
