Catat! Ini Kuota Jalur SPMB SD-SMP Surabaya 2026

Catat! Ini Kuota Jalur SPMB SD-SMP Surabaya 2026

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 02 Jun 2026 15:30 WIB
Ilustrasi SPMB 2026
Ilustrasi SPMB di Surabaya (Foto: Pavel Danilyuk/Pexels)
Surabaya -

Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, orang tua calon peserta didik di Surabaya perlu mencermati kuota setiap jalur penerimaan. Tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya masih mempertahankan skema yang sama seperti tahun sebelumnya, namun terdapat penyesuaian pada jalur prestasi untuk jenjang SMP negeri.

"Secara prinsip masih sama seperti tahun lalu. Yang berubah itu hanya satu, yaitu jalur prestasi kita sisipkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) kemarin. Sisanya sama seperti tahun lalu," kata Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati, Selasa (2/6/2026).

Pada jenjang SMPN, jalur prestasi mendapat kuota sebesar 35 persen. Jalur tersebut terbagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik sebesar 20 persen, prestasi perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci 3 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, penilaian pada jalur prestasi akademik tidak lagi hanya mengandalkan nilai rapor. Dispendik mengombinasikan nilai rapor dengan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diumumkan pada 26 Mei 2026. Komposisinya terdiri atas bobot nilai rapor sebesar 60 persen dan hasil TKA sebesar 40 persen.

ADVERTISEMENT

Dispendik juga mendahulukan proses verifikasi sertifikat perlombaan dan penghafal kitab suci sebelum membuka jalur prestasi akademik. Kebijakan itu dilakukan agar siswa yang belum lolos melalui jalur perlombaan tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur akademik.

Berdasarkan data Dispendik, jumlah lulusan SD negeri dan swasta di Surabaya tahun ini mencapai sekitar 41 ribu siswa. Sementara daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai sekitar 42 ribu kursi sehingga dinilai cukup untuk menampung seluruh lulusan.

Untuk memperluas akses pendidikan, jalur afirmasi mendapat kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP. Jalur ini terintegrasi dengan data desil kemiskinan milik Dinas Sosial (Dinsos), termasuk kategori inklusi dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, jalur domisili memperoleh kuota terbesar. Untuk SD, kuotanya mencapai 80 persen, sedangkan SMP sebesar 40 persen. Pemkot Surabaya tetap menerapkan sistem dua ring guna menjaga pemerataan dan keadilan penerimaan peserta didik.

Jalur Domisili 1 (D1) diperuntukkan bagi calon peserta didik yang rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan. Sedangkan Domisili 2 (D2) diperuntukkan bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama.

"Kalau memang tidak berhasil di jalur satu, bisa menggunakan domisili dua bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama dengan sekolah, dengan proporsi kuota 20 persen," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kendala teknis maupun penumpukan masyarakat di kantor Dispendik, Pemkot Surabaya telah membuka posko informasi di seluruh sekolah sejak 20 Mei 2026.

"Masyarakat tidak perlu gusar, kanal dan posko kita banyak di semua sekolah. Kalau ada kesulitan, monggo datang ke posko sekolah masing-masing, tidak usah semuanya ke dinas. Petugas di sekolah sudah kami bekali untuk membantu warga, termasuk mengajari orang tua cara mengukur jarak rumahnya," pungkasnya.

Jadwal SPMB SDN

Tahapan SPMB SDN diawali dengan uji coba pendaftaran seluruh jalur pada 22-28 Mei 2026. Jalur afirmasi dan mutasi dibuka pada 2-4 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 5 Juni 2026.

Selanjutnya, jalur domisili wilayah kelurahan dibuka pada 8-10 Juni 2026 dan diumumkan pada 11 Juni 2026. Jalur domisili wilayah kecamatan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 dengan pengumuman pada 15 Juni 2026.

Adapun jalur domisili wilayah kota dibuka pada 17-18 Juni 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada 19 Juni 2026.

Jadwal SPMB SMPN

Untuk jenjang SMPN, validasi data jalur afirmasi kategori keluarga miskin, keluarga prasejahtera, DTSEN desil 1-5, dan inklusi berlangsung pada 20 April hingga 15 Juni 2026. Sementara validasi data penyandang disabilitas berlangsung pada 19 Mei hingga 15 Juni 2026.

Uji coba pendaftaran tahap pertama dilaksanakan pada 22-28 Mei 2026 dan tahap kedua pada 15-20 Juni 2026.

Jalur afirmasi dibuka pada 22-24 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 25 Juni 2026 dan daftar ulang hingga 26 Juni 2026. Pada periode yang sama, jalur mutasi juga dibuka untuk pendaftaran.

Untuk jalur prestasi kategori perlombaan akademik dan nonakademik, pendaftaran berlangsung pada 27-29 Juni 2026 dengan pengumuman pada 30 Juni 2026. Jadwal yang sama juga berlaku untuk kategori penghafal kitab suci.

Sementara jalur prestasi akademik dibuka pada 1-3 Juli 2026 setelah proses verifikasi yang berlangsung sejak April. Hasil seleksi diumumkan pada 4 Juli 2026.

Tahap terakhir adalah jalur domisili yang dibuka pada 5-6 Juli 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 7 Juli 2026, disusul pengumuman pemenuhan kuota pada 8 Juli 2026 dan daftar ulang pada hari yang sama.

Informasi lengkap mengenai jadwal dan mekanisme SPMB SDN dan SMPN Surabaya Tahun Ajaran 2026/2027 dapat diakses melalui laman resmi spmb.surabaya.go.id.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads