Terungkap Video Pocong Bercelurit Bangkalan Aksi Iseng Remaja demi Konten

Terungkap Video Pocong Bercelurit Bangkalan Aksi Iseng Remaja demi Konten

Kamaluddin - detikJatim
Selasa, 02 Jun 2026 08:20 WIB
Para remaja pembuat konten pocong bercelurit di Bangkalan yang sudah diamankan polisi.
Para remaja pembuat konten pocong bercelurit di Bangkalan yang sudah diamankan polisi. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Bangkalan -

Polres Bangkalan mengungkap teka-teki video penampakan pocong bercelurit yang viral dan sempat meresahkan warga. Video horor yang sempat dikira mistis itu rupanya murni hasil rekayasa sekelompok pemuda asal Dusun Rampak, Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, demi kepentingan konten media sosial.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran mendalam terhadap asal-usul video yang beredar luas di berbagai platform digital tersebut.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, video itu dibuat oleh sekelompok pemuda asal Dusun Rampak, Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan." kata Agung, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung membeberkan bahwa pembuatan video penampakan pocong tersebut merupakan ide spontanitas yang muncul ketika para pemuda ini sedang berkumpul dan bermain judi gaplek di gardu depan rumah salah satu pelaku pada Sabtu (30/5/2026) malam.

Guna memuluskan aksi isengnya, mereka memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah tersebut agar visual yang dihasilkan terkesan alami dan menyeramkan.

ADVERTISEMENT

"Para pelaku menggunakan mukena bekas berwarna putih sebagai kostum pocong dan celurit yang diambil dari gudang." ujarnya.

Pihak kepolisian pun mengurai secara detail kronologi serta peran dari masing-masing pemuda desa yang terlibat di dalam proyek video amatir tersebut.

"Pemeran utama dalam video tersebut adalah Saifulloh (25), warga Dusun Rampak, Desa Mrandung. Ide pembuatan video berasal dari Zulhan (30), yang juga merupakan warga setempat." kata Agung.

Sementara itu, proses perekaman visual dilakukan di kediaman remaja berinisial Kandi (17) alias Bongkar. Kandi didapuk memiliki peran penting untuk mengoperasikan sistem kamera keamanan hingga menyebarluaskan konten tersebut ke ranah publik.

"Selain ketiganya, sejumlah pemuda lain turut terlibat dalam pembuatan video tersebut, yakni Imron, Rahmad, Nizar, dan Ilham, yang seluruhnya merupakan warga Dusun Rampak, Desa Mrandung." jelas Agung.

"Kostum pocong dan celurit yang tampak dalam video diketahui merupakan milik Kandi." tambahnya.

Proses pengambilan gambar di teras rumah tersebut diketahui baru rampung pada Minggu (31/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB, Kandi menghubungi ibunya, Muniyah, yang sedang bekerja di Malaysia untuk meminta file rekaman CCTV tersebut dikirimkan ke ponselnya.

"Selanjutnya Kandi menyebar kan video kiriman tersebut ke sejumlah ke grup WhatsApp hingga viral." tandas Agung.

Setelah identitas dan motifnya terbongkar oleh aparat kepolisian, sekelompok pemuda Desa Mrandung ini akhirnya mengakui kesalahan mereka dan melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang telah diciptakan.

Aparat kepolisian pun mengimbau publik agar lebih selektif dan tidak menelan mentah-mentah setiap video misterius yang beredar sebelum terverifikasi faktanya. Warga juga dilarang keras ikut membagikan video serupa yang berpotensi memicu ketakutan komunal.

"Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan selalu lakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum tentu benar," pungkas Agung.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads