Seorang remaja perempuan di Banyuwangi mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sektor Genteng karena panik cincin di jari manisnya tak bisa dilepas. Kondisi tersebut membuat jarinya membengkak dan terasa nyeri.
Remaja bernama Meita Saputri (19), warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu sempat berupaya melepas cincin secara mandiri. Namun berbagai cara yang dicoba tidak membuahkan hasil.
Karena pembengkakan terus bertambah, Meita akhirnya meminta bantuan petugas Damkarmat pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan karena cincin yang menjepit jari berisiko mengganggu aliran darah.
"Saat kami menerima laporan, kondisi jari korban sudah mengalami pembengkakan. Jika dibiarkan terlalu lama, cincin yang menjepit bisa mengganggu sirkulasi darah sehingga harus segera ditangani," kata Sutikno, Minggu (31/5/2026).
Menurut Sutikno, Meita datang bersama saudaranya dalam kondisi khawatir karena jari yang terus membengkak membuat cincin semakin sempit. Korban juga mengeluhkan rasa nyeri pada bagian jari yang terjepit.
Untuk melepaskan cincin tersebut, petugas menggunakan gerinda mini dan tang snap ring. Proses dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai jari korban. Selama pemotongan, cincin juga disiram air secara berkala guna mencegah panas akibat gesekan gerinda.
"Kami menggunakan alat khusus untuk memotong cincin. Saat proses berlangsung, cincin terus disiram air agar suhu logam tidak terlalu panas dan aman bagi korban," jelasnya.
Setelah cincin berhasil dipotong, petugas membuka bagian logam secara perlahan menggunakan tang hingga akhirnya terlepas tanpa menimbulkan luka tambahan pada jari korban. Proses evakuasi selesai dalam waktu 15 menit.
Sutikno mengatakan evakuasi cincin merupakan salah satu layanan penyelamatan nonkebakaran yang cukup sering ditangani Damkarmat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melepas cincin yang sudah menjepit jari karena dapat memperparah pembengkakan maupun menimbulkan luka.
"Kalau sudah sulit dilepas dan jari mulai membengkak, sebaiknya segera meminta bantuan petugas agar penanganannya aman dan tidak menimbulkan cedera," pungkasnya.
Sementara itu, Meita mengaku telah memakai cincin tersebut dalam waktu cukup lama. Namun beberapa hari terakhir jarinya mengalami pembengkakan sehingga cincin yang semula pas menjadi sulit dilepaskan.
Ia sempat mencoba berbagai cara di rumah, mulai menggunakan sabun hingga minyak pelumas. Namun seluruh upaya tersebut tidak berhasil.
"Saya sudah coba dilepas sendiri berkali-kali pakai sabun dan minyak, tapi tetap tidak bisa keluar. Malah jari terasa semakin sakit dan bengkak," ujar Meita.
Perempuan 19 tahun itu mengaku sempat panik saat melihat kondisi jarinya terus membesar. Ia khawatir cincin yang menjepit terlalu lama dapat menimbulkan luka yang lebih serius.
"Sempat takut karena jari makin bengkak dan cincinnya tidak bisa bergerak sama sekali. Akhirnya saya memutuskan meminta bantuan Damkar," terangnya.
Setelah mendapat penanganan dari petugas, Meita mengaku lega karena cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera pada jarinya.
"Alhamdulillah bisa dilepas dengan aman. Terima kasih kepada petugas Damkar yang sudah membantu dengan cepat. Saya sangat terbantu," tandasnya.
(auh/hil)
