Kata-kata Bijak Soekarno soal Pancasila, Persatuan dan Indonesia

Irma Budiarti - detikJatim
Minggu, 31 Mei 2026 22:30 WIB
Ilustrasi pidato merayakan Hari Lahir Pancasila. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Hari Lahir Pancasila menjadi momen untuk kembali mengingat nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi Indonesia. Melalui pidato maupun pemikirannya, Presiden Soekarno, kerap menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Sejumlah kata-kata bijak Bung Karno tentang Pancasila, persatuan, dan Indonesia masih relevan hingga sekarang. Tak hanya menjadi pengingat akan sejarah lahirnya dasar negara, kutipan-kutipan tersebut juga mengandung semangat nasionalisme serta ajakan terus menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai perbedaan.

Kata-kata Bijak Soekarno soal Pancasila

  1. Agar persatuan dan kepedulian tak semakin pudar, teruslah menjunjung tinggi sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. (Drs. Moh. Hatta)
  2. Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah. (Ir. Soekarno)
  3. Dalam pengertian Pancasila, saya hanyalah perumusnya: perumus perasaan-perasaan yang diam-diam hadir di hati rakyat Indonesia. (Ir. Soekarno)
  4. Jadikan momen Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bagi diri kita akan rumitnya 'simpul' dari nilai-nilai, dan makna Pancasila yang menjadi 'pengikat' atas persatuan bangsa ini.
  5. Indonesia merupakan rumah kita. Pancasila adalah pilarnya. Maka dari itu, diperlukan untuk menjaga pilar tetap berdiri kokoh, agar kita yang berada di dalamnya tetap terlindungi dari badai maupun panasnya polemik yang mengancam kedaulatan negeri."
  6. Pancasila merupakan lima nilai yang sakral bagi Indonesia. Jagalah dasar negara ini tetap suci melalui implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
  7. Semangat Pancasila lahir dari pikiran anak bangsa, demi mempersatukan kita. Tak pantas rasanya jika kita yang juga bagian dari generasi bangsa ini melunturkan semangat yang sudah terpuruk sejak dahulu kala.
  8. Perbedaan kita adalah bukti nyata Pancasila. Perbedaan kita adalah bukti nyata adanya Indonesia.
  9. Lahirnya Pancasila bukan akhir perjuangan kita menjaga persatuan. Diraihnya kemerdekaan bukan akhir perjuangan kita menjaga persatuan. Selamanya adalah kata yang tepat bagi perjuangan kita untuk tetap menjaga persatuan.
  10. Pancasila merupakan pusaka yang menyatukan kita di masa lalu. Pancasila pula yang menyatukan kita di masa kini. Karena kita adalah Indonesia.
  11. Membela bangsa ini tak hanya saat rudal penjajah menghujani langit dan tubuh kita. Namun di masa kini, mengamalkan Pancasila adalah salah satu bukti membela bangsa di tengah dinamisnya kehidupan bermasyarakat.
  12. Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan satu Negara Kebangsaan Indonesia.
  13. Sila artinya asas atau dasar, dan atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
  14. Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang ku kerjakan adalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.
  15. Sekarang banyak prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan dan ketuhanan, lima bilangnya. Namun bukan panca dharma, tetapi saya namakan ini dengan dengan petunjuk seseorang teman ahli bahasa, namanya ialah pancasila. Sila artinya azas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mandirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
  16. Di pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.


Simak Video "Video: Libur Panjang, Tol Cipularang Arah Bandung Padat Kendaraan"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork