Kawasan wisata Gunung Bromo tak hanya menyuguhkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan sejumlah jalur ekstrem yang rawan kecelakaan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah tikungan letter S di jalur Penanjakan-Lautan Pasir, tepatnya di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Dalam sepekan terakhir, dua kecelakaan maut terjadi di lokasi tersebut. Tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan pertama menimpa wisatawan asal Korea Selatan, Hye Jin Kim (49), pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak tebing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Hye Jin Kim berboncengan dengan temannya, Wahyu Firly Ravaelani (26), warga Kali Kepiting, Tambaksari, Kota Surabaya mengendarai motor Honda Vario nopol L 4167 DL. Saat sampai di jalur letter S yang menurun dan berkelok, pengendara motor, Wahyu Firly Ravaelani, tidak menguasai dan mengalami rem blong sehingga jatuh menabrak tebing.
Akibatnya, pengendara motor, Wahyu Firly Ravaelani mengalami luka ringan. Sementara penumpangnya, Hye Jin mengalami luka parah, terutama pada bagian kepala dan meninggal di lokasi.
Tragedi kembali terjadi di titik yang sama sepekan kemudian, tepatnya Jumat (29/5/2026) pagi. Sebuah Toyota Hardtop bernopol BG-1478-EF yang dikemudikan Muhammad Sonif (53), warga Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mengalami kecelakaan di tikungan letter S.
Kendaraan membawa empat wisatawan itu berjalan dari arah Penanjakan ke Lautan Pasir Bromo. Sesampainya di jalan turunan dan tikungan letter S, kendaraan diduga mengalami rem blong dan pengemudi tidak menguasai laju kendaraannya sehingga oleng ke kanan dan menabrak tebing kemudian terguling.
Akibatnya, sopir tewas di lokasi. Satu penumpang, Yolanda Wahyu Anggraeni (27) warga Kelurahan Sapto Renggo, Pakis, Malang, mengalami pendarahan dalam bagian perut. Ia meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Sukapura, Probolinggo. Tiga penumpang lain mengalami luka-luka ringan.
"Lokasi kecelakaan di tikungan letter S, lokasi yang sama dengan kecelakaan yang dialami wisatawan Korea tempo hari," kata Ketua Paguyuban Hardtop Bromo wilayah Pasuruan, Widian Dharma Singgih.
Polisi Siapkan Barrier dan Tambah Rambu
Menyusul rentetan kecelakaan tersebut, Satlantas Polres Pasuruan berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk melakukan langkah pencegahan.
"Kami berkoordinasi dengan TNBTS dan ada beberapa langkah yang akan dilakukan," kata Kapos Lantas Kejayan, Pasuruan, yang wilayah kerjanya mencakup Tosari, Aiptu Sugeng Wahono, Sabtu (30/5/2026).
Sugeng membeberkan pihaknya dan TNBTS berencana memasang barrier di tepi tebing dan tepi jurang. Barrier tersebut rencananya dari ban bekas.
"Kami juga berencana akan ada penambahan rambu-rambu himbauan kepada masyarakat yang akan turun ke Lautan Pasir Bromo," terangnya.
Menurut Sugeng, keberadaan kendaraan matik juga menjadi perhatian khusus. Pasalnya jalan menuju Lautan Pasir banyak tikungan tajam.
"Kemungkinan akan dipasang rambu untuk kendaraan matik tidak diperbolehkan untuk turun ke Lautan Pasir mengingat banyak tanjakan dan tikungan yang sangat tajam," pungkasnya.
