Misteri Kucing yang Tidak Masuk 12 Shio Tionghoa

Misteri Kucing yang Tidak Masuk 12 Shio Tionghoa

Anastasia Trifena - detikJatim
Sabtu, 30 Mei 2026 21:40 WIB
Ilustrasi shio Tionghoa. Kenapa kucing tidak menjadi hewan dalam shio?
Ilustrasi shio Tionghoa. Kenapa kucing tidak menjadi hewan dalam shio? Foto: Gemini AI
Surabaya -

Shio terdiri dari 12 hewan yang mewakili siklus penanggalan Tionghoa. Namun, di antara deretan hewan tersebut, nama kucing tidak tercantum sebagai shio. Padahal, kucing merupakan salah satu hewan yang lekat dengan kehidupan manusia.

Penentuan shio sendiri merujuk pada legenda perlombaan yang digelar Kaisar Giok (Raja Langit) untuk memilih 12 hewan sebagai penanda tahun. Lalu, ke mana perginya kucing saat perlombaan, sehingga namanya tak tercantum sebagai shio?

Perlombaan Kaisar Giok Jadi Penentu 12 Shio

Menurut legenda China, penentuan shio beserta urutannya berasal dari perlombaan yang diadakan Kaisar Giok selaku Raja Langit. Perlombaan tersebut digelar untuk menentukan 12 hewan yang berhak dijadikan lambang tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para hewan diminta berlomba menyeberangi sungai dan tiba di hadapan kaisar. 12 di antaranya yang berhasil akan ditetapkan sebagai shio, sementara urutan kedatangan menentukan posisi tiap hewan dalam siklus tahunan.

Diceritakan bahwa tikus keluar sebagai pemenang dan menempati urutan pertama, disusul kerbau yang dikenal pekerja keras. Urutan ini kemudian diikuti macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, hingga babi sebagai penutup.

ADVERTISEMENT

Kegagalan Kucing Akibat Ulah Tikus

Dalam legenda tersebut, kucing disebut ikut mendaftar sebagai peserta lomba. Your Chinese Astrology mencatat kucing dan tikus mulanya berteman dan bersepakat berangkat bersama saat perlombaan dimulai. Namun, pada hari yang ditentukan, kucing tertidur dan tidak berhasil bangun tepat waktu.

Beberapa versi menyebut tikus sengaja tidak membangunkan kucing agar tidak memiliki pesaing. Sementara, versi lainnya mengatakan tikus lupa membangunkan kucing.

Akibatnya, kucing terlambat dan tidak dapat mencapai garis akhir. Sejak saat itu, kucing gagal terpilih sebagai shio dan kisah permusuhan antara kucing dan tikus pun dipercaya bermula dari peristiwa tersebut.

Tikus justru berhasil memanfaatkan kecerdikannya. Ia menumpang di punggung kerbau saat menyeberangi sungai, lalu melompat lebih dulu sesaat sebelum mencapai garis akhir. Strategi inilah yang membuat tikus menjadi shio pertama.

Penjelasan Sejarah di Balik Absennya Kucing

Selain legenda, ada pula penjelasan yang bersifat historis. Sejumlah sumber menyebut kucing bukan hewan asli yang sejak awal hidup berdampingan dengan masyarakat Tionghoa.

Kucing diduga baru dikenal luas di wilayah China melalui jalur perdagangan pada masa Dinasti Han (57-75 SM) atau 1.000 tahun setelah sistem shio terbentuk dan digunakan.

Karena penanggalan shio telah lebih dulu ada, daftar 12 hewan tersebut tidak mengalami perubahan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa kucing tidak pernah dimasukkan sebagai shio, meskipun keberadaannya di kemudian hari semakin dekat dengan kehidupan manusia.

Walaupun tidak masuk dalam shio, kucing tetap memiliki posisi tersendiri dalam budaya Tionghoa. Di sejumlah kepercayaan, kucing justru dianggap sebagai simbol keberuntungan dan pelindung dari energi buruk.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads