Jip wisata berisi seorang sopir dan 3 penumpang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bromo. Sopir dan seorang wisatawan asal Semarang meninggal akibat peristiwa itu.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi wisata di Gunung Bromo.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama menyatakan tak akan tinggal diam dan menjadikan insiden ini momentum pembenahan total sistem transportasi wisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai langkah evaluasi ke depan, TNBTS akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan transportasi wisata di kawasan," ujar Endripkepadawartawan, Jumat (29/5/2026).
Endrip memaparkan bahwa agenda evaluasi ke depan akan menyasar regulasi yang lebih ketat di lapangan. Fokus utamanya tertuju pada peningkatan pengawasan berkala terhadap kelayakan operasional armada jip, serta mempertegas komitmen para pelaku jasa wisata terkait standar keselamatan penumpang.
Selain pengawasan unit kendaraan, manajemen darurat di kawasan wisata juga masuk dalam daftar perbaikan besar-besaran. Bukan cuma itu, Balai Besar TNBTS juga berencana memperkuat koordinasi kesiapsiagaan darurat serta mematangkan mekanisme respons cepat evakuasi agar penanganan di lapangan berjalan lebih efektif jika insiden serupa terjadi.
"Sehingga langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang," lanjut Endrip.
TNBTS juga memastikan tidak akan mengintervensi penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya investigasi teknis kepada pihak kepolisian.
"TNBTS juga akan mendukung proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang guna memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab kejadian," pungkasnya.
Sebelumnya, jip wisata asal Tumpang, Malang membawa 4 penumpang mengalami kecelakaan menyebabkan sopir dan satu wisatawan asal Semarang tewas pada Jumat (29/5/2026) pagi. Jip warna oranye bernopol BG 1478 EF tersebut melaju dari arah bukit Dingklik hendak turun ke lautan pasir.
Jip tersebut menabrak tebing hingga mengalami kerusakan cukup berat saat melewati jalur leter S, masuk wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, jip mengalami kecelakaan.
(abq/dpe)
