Wagub Emil Beber Update Jalan Pacitan-Ponorogo yang Diblokir Warga

Wagub Emil Beber Update Jalan Pacitan-Ponorogo yang Diblokir Warga

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 29 Mei 2026 13:00 WIB
Wagub Jatim Emil Dardak
Wagub Jatim Emil Dardak/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Beberapa waktu lalu, sejumlah warga sempat menutup sebagian Jalan Raya Provinsi Ponorogo-Pacitan di Desa Ngreco-Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Warga menuntut hak ganti rugi lahan yang dinilai belum terbayarkan.

Sengketa ini membuat Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun gunung.

Saat ditemui detikJatim usai membagikan daging kurban ke masyarakat, Emil mengungkap perkembangan terkini. Emil menyebut warga telah mendapat akses dokumen letter C.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi di Tegalombo saya kemarin minta itu dicek lagi, letter C-nya sudah dilihat oleh warga. Jadi warga sudah diberi akses ke dokumen yang memuat letter C di kantor kepala desa. Nah kami masih memantau bagaimana hasil dari pengecekan letter C tersebut," kata Emil di Kantor Demokrat Jatim, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

Emil menyebut, urusan ini ranahnya ada di Pemkab Pacitan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab agar permasalahan ini segera selesai.

"Intinya kami, bolanya ada di teman-teman Pacitan untuk datang ke kami dan menyampaikan bagaimana hasil penelaahan," jelasnya.

Emil membeberkan, sejumlah warga meminta ke dirinya agar segera ada kompensasi ganti rugi. Namun, Emil menyebut persoalan ini tidak bisa langsung diputuskan kompensasi ganti rugi.

"Jadi ada yang bilang, pak solusinya kan tinggal dikasih kompensasi. Saya nyatakan tidak sesederhana itu. Karena kita harus memastikan bahwa masyarakat itu memang seperti apa positioning atau kedudukannya di tanah tersebut," jelasnya.

"Ada kalau positioning-nya berlandaskan dokumen legal tentu berbeda dengan kalau positioning-nya berdasarkan situasi faktual. Faktual artinya bangunannya ada di situ, terlepas dari surat-suratnya. Nah itu tentu perlakuannya akan ada kesesuaian masing-masing terhadap kondisinya," tambahnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini akan terus memantau permasalahan tersebut agar pemerintah bisa memberi keputusan terbaik yang tidak merugikan warga.

"Nah kami akan memantau dan sekaligus siap menerima pemutakhiran informasi dari lapangan, supaya kita bisa menolong warga itu, supaya warga itu bisa mendapatkan yang terbaik dalam kondisinya," tandasnya.

Sementara dalam acara kurban, Emil yang juga Ketua Partai Demokrat Jatim menegaskan pelaksanaan kurban di kantor DPD merupakan agenda rutin yang selalu dijalankan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial kader Demokrat kepada masyarakat.

Menurut Emil, hewan kurban yang disalurkan melalui kantor DPD Jatim merupakan amanah dari para kader dan pengurus partai yang mempercayakan sebagian ibadah kurbannya untuk dikelola bersama.

"Iya, ini rutin setiap tahun. Seluruh teman-teman kader Partai Demokrat di DPD mempercayakan sebagian dari ikhtiar kurbannya melalui kantor DPD Jawa Timur," ujarnya.

Namun demikian, Emil menjelaskan bahwa tidak seluruh hewan kurban kader dipusatkan di kantor DPD. Banyak kader partai di daerah pemilihan masing-masing juga melaksanakan kurban secara mandiri bersama jaringan dan struktur partai di wilayahnya.

Ia menyebut para anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur maupun pengurus daerah turut menggelar kegiatan serupa di daerah masing-masing, mulai dari Sidoarjo, Malang Raya, hingga wilayah tapal kuda seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

"Jadi kita tidak kemudian semua dihitung sebagai DPD. Tetapi setiap insan kita dorong untuk bersinergi dengan masing-masing jejaring Partai Demokrat di seluruh daerah yang ada di Jawa Timur," katanya.

Meski begitu, Emil menegaskan bahwa penyembelihan di kantor DPD tetap memiliki makna penting karena difokuskan untuk masyarakat di sekitar lingkungan sekretariat partai. Baginya, keberkahan Idul Adha harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat terlebih dahulu.

"Tapi yang melalui kantor DPD ini ada enam sapi dan delapan kambing. Ini memang difokuskan juga di wilayah sekitar kantor, karena keberkahan datang dari tempat yang paling dekat juga," tuturnya.

Tak hanya sekadar seremoni tahunan, kegiatan kurban ini juga menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat menjaga kedekatan dengan masyarakat. Emil menyebut seluruh fungsionaris partai di berbagai daerah turut melakukan sapaan sosial kepada warga pada momentum Idul Adha tahun ini.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads