Proses pengambilan PIN SPMB untuk SMA/SMK Negeri di Jawa Timur telah dimulai. Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) telah menyiapkan sebanyak 7.212 tenaga operator dan tim helpdesk untuk mendukung pelaksanaan SPMB tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyebut, ribuan petugas disiagakan guna memastikan pelayanan pengambilan PIN berjalan optimal dan memudahkan masyarakat.
Menurut Aries, berdasarkan hasil pantauan di sejumlah sekolah pada hari pertama pengambilan PIN, kesiapan pelaksanaan sudah cukup baik. Perangkat komputer di sekolah juga telah terhubung dengan database server pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah dari beberapa sampel sekolah yang dikunjungi kemarin sudah menyiapkan diri dengan baik. Terutama perangkat komputer yang sudah terhubung dengan database server pusat," kata Aries saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, masing-masing sekolah memiliki variasi pelayanan dalam membantu masyarakat. Namun yang terpenting, seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang informatif, ramah dan optimal selama proses pengambilan PIN hingga pendaftaran SPMB berlangsung.
Aries menegaskan, seluruh tahapan SPMB telah dipublikasikan sejak awal dan aturan pelaksanaannya juga telah disesuaikan dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kita tidak ingin kepanikan antre pengambilan PIN terjadi lagi karena waktunya cukup panjang, mulai 28 Mei sampai 9 Juni 2026," tegasnya.
Ia mengimbau, masyarakat agar tidak panik dan tidak perlu datang terlalu awal ke sekolah untuk mengantre. Setiap sekolah juga telah mengatur sistem antrean harian sekitar 200 peserta per hari.
Menurutnya, petugas di bagian depan sekolah juga telah disiagakan untuk memberikan informasi terkait persyaratan dan kelengkapan dokumen yang harus dibawa. Langkah itu dilakukan agar peserta yang belum lengkap dokumennya tidak terlanjur mengantre panjang.
"Di depan sudah diberikan informasi apa saja yang harus disiapkan dan kelengkapannya juga bisa dilihat di website," katanya.
Pelayanan pengambilan PIN dilaksanakan selama tujuh hari kerja mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Selain itu, sekolah juga membuka layanan bantuan unggah dokumen bagi masyarakat yang mengalami kendala.
"Saya sudah minta sekolah membantu masyarakat yang tidak membawa kelengkapan data-data," imbuhnya.
Dalam posko layanan SPMB, petugas melayani informasi umum mulai persiapan hingga daftar ulang, menerima aduan masyarakat, serta membantu menyelesaikan kendala saat pengambilan PIN maupun pendaftaran SPMB.
Sementara itu, sejumlah kendala yang masih ditemukan hingga saat ini di antaranya proses entry nilai rapor oleh kepala SMP/MTs sederajat, kesalahan penginputan nilai, hingga kurang telitinya murid saat melakukan verifikasi nilai rapor.
Dindik Jatim mengimbau murid dan orang tua untuk memahami petunjuk teknis SPMB, menyiapkan seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan, serta memperhatikan jadwal pengambilan PIN sesuai sistem antrean.
Di hari pertama pengambilan PIN SPMB kemarin, Aries berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah yang ada di Surabaya untuk memastikan pelayanan di satuan pendidikan berjalan dengan baik. Adapun kunjungan sekolah dilakukan di SMAN 15 Surabaya, SMKN 3 Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 21 Surabaya, dan SMAN 9 Surabaya.
