Ritual Yadnya Kasada Dikaji Ulang, Aturan Baru Disiapkan

Ritual Yadnya Kasada Dikaji Ulang, Aturan Baru Disiapkan

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 28 Mei 2026 22:00 WIB
Gunung Bromo
Gunung Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada tahun ini kembali menjadi perhatian masyarakat adat suku Tengger. Selain agenda pengukuhan pandita dari Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo dan Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, evaluasi terhadap pengaturan wisatawan saat prosesi Kasada juga menjadi sorotan utama.

Sunaryono, Kepala Desa Ngadisari menyampaikan, bahwa penutupan kawasan pura saat ritual Yadnya Kasada 2026 ini dilakukan demi menjaga kekhusyukan umat dalam menjalankan upacara adat di Pura Luhur Poten di lautan pasir.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, membludaknya wisatawan justru mengganggu jalannya ritual. Selain kemacetan menuju lokasi upacara, masyarakat adat juga kesulitan menjalankan prosesi tepat waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jam satu malam kami sudah harus berangkat, tetapi karena padatnya wisatawan dan kemacetan, kadang sampai lokasi sudah kesiangan. Akhirnya pelaksanaan upacara menjadi terlambat dan tidak bisa khusyuk," ujar Sunaryono, saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pihaknya menilai penutupan total kawasan pura sebenarnya tidak harus dilakukan apabila ada kerja sama dan pengaturan yang baik antara seluruh pihak, termasuk tokoh adat, dukun Tengger, pemerintah daerah, dan pelaku wisata.

Ia menyebut banyak masyarakat yang merindukan suasana Kasada seperti dulu, yang ramai namun tetap tertib dan menjadi magnet wisata budaya bagi pengunjung.

"Ke depan mungkin bisa dibuka kembali untuk umum, tetapi tetap dengan aturan yang jelas. Misalnya pengunjung dibatasi dengan radius tertentu dari lokasi upacara," katanya.

Selain itu, pihak masyarakat adat juga mengusulkan agar area kawah steril dari wisatawan saat prosesi larung berlangsung. Setelah warga adat selesai turun dari kawah, barulah wisatawan diperbolehkan naik.

Rencana tersebut, lanjutnya, masih akan dimusyawarahkan bersama masyarakat adat Tengger dan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan ritual adat tetap sakral tanpa mengabaikan aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Bromo.

Pelaksanaan Yadnya Kasada sendiri berlangsung hingga tanggal 1 Juni 2026, sementara penutupan kawasan dilakukan sampai tanggal 2 Juni 2026, guna proses bersih-bersih di area Bromo setelah rangkaian acara adat selesai.

"Kasada adalah acara adat, sehingga aspirasi masyarakat adat Tengger akan menjadi perhatian utama dalam penyesuaian dengan aktivitas wisata," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads