Suhu Arab Saudi Tembus 47 Derajat Celcius, Ini Imbauan untuk Jemaah Haji

Suhu Arab Saudi Tembus 47 Derajat Celcius, Ini Imbauan untuk Jemaah Haji

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 28 Mei 2026 17:32 WIB
Jemaah haji Indonesia berangkat ke Arafah, Senin (25/5/2026).
Ilustrasi jemaah haji Indonesia (Foto: Media Center Haji 2026)
Surabaya -

Cuaca di Tanah Suci sedang masuk puncak musim panas. PPIH Embarkasi Surabaya menyebut otoritas Arab Saudi telah mengeluarkan imbauan khusus kepada jemaah haji agar membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu ekstrem terjadi.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan, kondisi jemaah haji di Tanah Suci memang menghadapi tantangan tersendiri, terutama akibat cuaca panas yang cukup terik. Meski demikian, pihak Arab Saudi telah memberikan arahan kepada para jemaah, khususnya terkait pelaksanaan ibadah salat saat suhu sedang tinggi.

"Kalau masalah kesehatan, insyaallah tetap ada. Cuman dengan panas yang sangat ini, dengan panas yang sangat yang mencapai 47⁰ C, imbauan dari otoritas Arab Saudi tadi yang kami terima bahwa jemaah diminta tetap melaksanakan kegiatan salat zuhur dan asar ada di tenda, dan tidak melakukan kegiatan di luar tenda," kata Anam saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anam menjelaskan, jemaah sebenarnya tidak dilarang untuk keluar tenda. Namun, aktivitas di luar ruangan disarankan dilakukan setelah cuaca tidak terlalu panas.

"Jemaah diminta sampai dengan jam 4:00 waktu Arab Saudi baru boleh keluar dari tenda, karena panasnya memang mencapai 47 derajat celcius," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyiapkan penanganan khusus bagi jemaah yang sakit. Anam mengatakan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan disafariwukufkan saat pelaksanaan wukuf di Arafah.

Menurutnya, jemaah sakit nantinya akan difasilitasi menggunakan mobil menuju lokasi wukuf, kemudian kembali lagi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Sementara itu, untuk jemaah lanjut usia (lansia), Anam memastikan kondisinya masih terkendali. Ia menyebut fasilitas tenda yang disediakan cukup nyaman bagi para jemaah.

"Jemaah mendapatkan tempat sesuai dengan harapan jemaah yang saat ini sedang melaksanakan wukuf," katanya.

Kondisi jemaah tertua Embarkasi Surabaya, Marsiyah (105) asal Kabupaten Kediri, juga dilaporkan dalam keadaan sehat dan tetap dapat menjalankan ibadah haji.

"Enggak ada masalah (Marsiyah), bagus sehat. Kemarin bahkan ditemui sama Wakil Menteri Haji dan Umrah," pungkasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads