Nenek-Cucu Korban Tewas Kebakaran di Mata Tetangga: Baik ke Warga

Nenek-Cucu Korban Tewas Kebakaran di Mata Tetangga: Baik ke Warga

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 27 Mei 2026 12:45 WIB
Kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip Surabaya tewas 2 penghuni rumah
Kebakaran rumah di Banyu Urip Surabaya. Foto: Dok Istimewa
Surabaya -

Warga menyebut nenek dan cucu yang tewas dalam insiden kebakaran di Banyu Urip, Surabaya adalah pribadi yang baik. Bahkan, mereka aktif bersosialisasi dengan warga sekitar.

Dwi Prasetyo, salah satu warga Jalan Banyu Kidul Gang Molin, RT 08/RW 04, Banyu Urip, Kecamatan Sawahan mengungkapkan nenek dan cucu tersebut dikenal baik. Ia menilai sang cucu, yakni Muhammad Azzam Rizki (14), merupakan cucu kesayangan dari Suamah (72).

"Dia (Azzam) kan yang disayang ya oleh neneknya, anaknya supel, baik anaknya, sering bantu keluarga dan warga sini. Mereka (cucu dan nenek) ramah, baik ke warga," kata Dwi, Rabu (27/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi menilai salah satu alasan Azzam tak kunjung keluar rumah saat kejadian karena mencari neneknya di lantai 1. Namun, ia justru terjebak kebakaran dan tewas di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Makanya dia menyelamatkan neneknya dulu dan nggak sempat keluar, mungkin saja dia nggak memikirkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri ya. Yang Pak Priyo ini bapaknya, kalau yang jualan jajan itu usaha neneknya (Suamah)," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT 08 Dian Bagus. Menurutnya, keseharian Suamah adalah seorang ibu rumah tangga yang baik. Sehari-hari, ia berjualan aneka snack untuk anak-anak.

"Bu Suamah kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, dan buka toko kelontong, jualan jajan-jajan, snack," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda rumah dua lantai di kawasan Banyu Urip pada Senin (26/5/2026) malam. Akibat peristiwa tersebut, dua penghuni rumah meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Kedua korban tewas merupakan nenek dan cucunya. Sang nenek ditemukan di kamar mandi lantai satu, sedangkan cucunya ditemukan di lantai dua. Diduga keduanya terjebak saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api yang sudah membesar, meski kronologi pasti masih dalam penyelidikan petugas.

Dugaan sementara, api kebakaran berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya baterai motor listrik yang berbahan lithium, sehingga memicu ledakan dan membuat api cepat membesar.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads